Oleh: Yohanes Manhitu
Lahir kini satu bayi hari
dari rahim sang waktu.
Sejuta wajah peristiwa
terus dipahat manusia.
Ada yang kandas petang,
ada pula yang jadi fosil.
Jari-jari waktu berputar
tanpa protes pada poros
yang kukuh menopang.
Jari panjang dan pendek,
penakar masa antiletih.
Aku terseret dalam bisu.
Ruas jari-jari masa genap,
sendi-sendi waktu lentur,
langkah waktu amat tegap
songsong sejuta kehadiran,
antarkan berjuta kepergian,
kutelusuri ruas jari-jarinya.
Pugeran Timur, Yogyakarta,
31 Agustus 2004
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI