Contoh-contoh Konkret Kebijakan dan Program Pemerintah dalam Menanggulangi Inflasi
Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah konkret untuk menanggulangi inflasi, baik melalui kebijakan moneter maupun fiskal. Berikut beberapa contohnya:
Kebijakan Moneter:
Menaikkan Suku Bunga Acuan: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (SBI) untuk mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi permintaan agregat dan menekan inflasi. Contohnya, pada tahun 2022, BI menaikkan SBI secara bertahap dari 3% menjadi 5,5% untuk meredam inflasi yang melonjak.
Operasi Pasar Terbuka (OPT): BI melakukan OPT dengan membeli atau menjual Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan suku bunga. Contohnya, BI dapat membeli SBN jika ingin menambah uang beredar dan menurunkan suku bunga, dan sebaliknya.
Intervensi Nilai Tukar Rupiah: BI melakukan intervensi di pasar valas untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini penting karena nilai tukar yang lemah dapat mendorong inflasi impor.
Kebijakan Fiskal:
Meningkatkan Subsidi dan Bansos: Pemerintah meningkatkan subsidi dan bantuan sosial (bansos) untuk kelompok masyarakat miskin dan rentan terhadap inflasi. Contohnya, pada tahun 2023, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng kepada masyarakat miskin dan rentan.
Menahan Kenaikan Harga BBM: Pemerintah menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk meringankan beban masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menambah subsidi BBM.
Mempercepat Penyaluran Anggaran: Pemerintah mempercepat penyaluran anggaran, terutama untuk program-program yang terkait dengan ketahanan pangan dan energi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi.
Meningkatkan Pajak Progresif: Pemerintah meningkatkan pajak progresif untuk menaikkan kontribusi dari kelompok kaya dan mengurangi ketimpangan pendapatan.
Program Lainnya:
Operasi Pasar Murah (OPM): Pemerintah menggelar OPM untuk menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih murah kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan menekan harga di pasaran.
Sidak ke Pasar dan Distributor: Pemerintah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar dan distributor untuk mencegah penimbunan barang dan memastikan kelancaran distribusi.