Mohon tunggu...
heru suti
heru suti Mohon Tunggu... Administrasi - Merdeka

Menulis untuk menghasilkan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Kalah Lagi, AJ Tunjukkan Hati yang Patah

21 Agustus 2022   19:05 Diperbarui: 22 Agustus 2022   16:30 510
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Anthony Joshua (AJ) harus menerima kenyataan pahit setelah sekali lagi kalah dari Oleksandr Usyk dalam laga perebutan sabuk unifikasi tinju kelas berat WBA, WBO, IBF dan IBO.

Di partai pertama yang berlangsung di London, Joshua kalah angka mutlak. Di partai kedua yang digelar di Jeddah, Saudi Arabia, Minggu pagi 21 Agustus 2022 waktu Indonesia, Joshua kalah secara split decision: satu juri memenangkannya dan dua lainnya memberi kemenangan untuk Usyk.

Sebenarnya ada progres dalam penampilan Joshua melawan Usyk. Tiidak seperti di pertandingan pertama dimana Usyk memenangkan hampir di semua ronde. 

Di pertandingan kali ini Joshua cukup bisa mengimbangi Usyk dan bisa memenangi beberapa ronde, terutama ronde 9 saat ia berhasil membuat Usyk berada di posisi sulit. 

Tapi itu belum cukup karena  Usyk berhasil bangkit dan berbalik memojokkan Joshua di ronde 10 hingga akhirnya dinyatakan menang secara split decision.

Kenyataan yang sangat pahit bagi seorang Joshua sehingga ia seperti tidak bisa menerimanya. Sesaat setelah pengumuman penilaian dari juri. Ia terlihat cekcok dengan orang-orang di atas ring lalu turun meninggalkan ring, sepertinya ia tidak ingin menjawab interviu yang biasanya dilakukan setelah pertandingan selesai.

Namun, AJ kemudian berbalik badan dan kembali naik ke atas ring.

Tampak jelas sekali Joshua begitu terpukul dengan kekalahan tersebut. Di atas ring dia lalu berbicara pada Usyk, lalu mengambil mikrofon dan berorasi layaknya seorang orator yang sedang galau. 

Normalnya, setelah usia pertandingan adalah waktu untuk interviu. Tapi ini bukan interviu tapi Joshua mengambil mikrofon dan berbicara sekehendak hatinya.

Dia bicara tentang dirinya yang bukan petarung 12 ronde, ia menyebut nama-nama seperti Mike Tyson dan Sonny Liston, mereka adalah pertinju yang memiliki rata-rata kemenangan KO atau sebelum ronde 12. 

Mungkin ia bermaksud menjelaskan kenapa ia sampai dua kali berturut-turut kalah angka dari Usyk. Usyk adalah petinju pengumpul poin dan ia adalah petinju KO.

Joshua memang sedang melampiaskan kefrustrasiannya karena Usyk memang memperlihatkan skill bertinju yang lebih baik. Kekalahan dua kali dengan cara yang sama adalah hal yang mungkin amat sangat memalukan buat AJ.

Joshua terus berbicara, ia juga menyinggung beberapa petinju Ukraina seperti Vasily Lomachenko dan Klitschko bersaudara. 

Tak lupa juga disinggung perang di Ukraina yang kemudian sampai pada kesimpulan bahwa ia sangat mengapresiasi Usyk yang dalam keadaan negaranya yang sedang perang ia tetap bisa menyiapkan diri dan memenangi perebutan gelar juara dunia. 

Ia bahkan memandu penonton untuk ber-hiphip horee untuk kemenangan Oleksandr Usyk.

Sebelumnya, AJ juga terlihat membuang/ menjatuhkan sabuk juara ke bawah ring seolah-olah ingin menunjukkan bahwa ia tidak butuh sabuk juara tersebut.

Sebuah pertunjukan emosional dari sebuah ego yang patah. Terlihat jelas Joshua sangat terpukul dengan kekalahan dua kali dari Usyk. Untungnya Usyk merspons dengan tenang dan ikut bertepuk tangan serta menyambut pelukan Joshua dengan wajar.

AJ usai kalah dari Usyk untuk yang kedua kalinya (Gambar: Francois Nel/Getty Image via irishmirror.ie)
AJ usai kalah dari Usyk untuk yang kedua kalinya (Gambar: Francois Nel/Getty Image via irishmirror.ie)

Dalam jumpa pers pasca pertandingan Joshua menyatakan tindakannya tersebut cenderung sebagai respons emosional. 

Dan dia mengaku tidak mengingat secara detil kata-kata apa saja yang ia ucapkan. Dalam jumpa pers itu Joshua juga sesaat sempat menangis saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kekalahannya.

Beberapa waktu lalu, pertunjukan seseorang yang sulit menerima kekalahan juga sempat kita lihat dalam perebutan gelar juara dunia kelas berat versi WBC. 

Pada saat itu Deontay Wilder dikalahkan oleh Tyson Fury di partai kedua. Saat itu Wilder bahkan menyalahkan semua orang termasuk tim pelatihnya. Dia bahkan menuduh Fury curang  sampai kemudian ia berhasil memaksa duel ketiga yang juga berakhir dengan kekalahan.

Beberapa tahun lalu pertarungan impian di kelas berat adalah duel antara dua raja KO, Anthony Joshua dan Deontay Wilder. Kini keduanya sudah bukan lagi juara. Keduanya kalah dari dua petinju yang lebih "dewasa", Tyson Fury dan Oleksandr Usyk.

Usyk sendiri dalam interviu di atas ring pasca kemenangan keduanya atas Joshua juga disinggung tentang Tyson Fury yang telah menyatakan pensiun. 

Usyk mengatakan bahwa ia yakin bahwa Fury tidak benar-benar sudah ingin pensiun. Lebih lanjut Usyk menginginkan pertarungan unifikasi untuk gelar juara dunia kelas berat sejati dengan Tyson Fury. Sebuah tantangan terbuka untuk Tyson Fury.

Tyson Fury sendiri belum lama ini menyatakan pensiun setelah menang KO atas Dillian Whyte. Namun ia juga menyatakan mungkin mau bertarung dengan Anthony Joshua untuk menentukan petinju Inggris terbaik yang layak menjadi juara dunia sejati. 

Namun, Joshua ternyata kalah lagi dan layak ditunggu respons Fury apakah ia mau meladeni Usyk atau benar-benar pensiun.

Sampai saat ini, dalam pertarungan tinju profesional yang sudah dilakoni, Usyk dan Fury sama-sama belum terkalahkan.

Sementara itu, promotor Anthony Joshua,  Eddie Hearn masih berharap AJ akan segera bisa bangkit lagi. Ia merencanakan akan menggelar pertarungan Joshua di bulan Desember, entah melawan siapa. 

Mengkhayalkan Joshua akan bertemu dengan Wilder tampaknya masih akan sangat menjual, keduanya juga sedang dalam upaya untuk bangkit lagi.

Deontay Wilder sendiri sudah akan menggelar pertarungan pertamanya setelah kekalahan kedua dari Tyson Fury. 

Lawan yang akan dihadapainya adalah Robert Helenius di bulan Oktober 2022. Helenius beberapa waktu lalu membuat kejutan dengan dua kali mengalahkan petinju prospek asal Polandia. Adam Kownacki.

Di partai tambahan sebelum duel AJ vs Usyk digelar juga pertandingan kelas berat antara dua prospek yang sama-sama belum  pernah kalah. Filip Hrgovic dari Kroasia melawan jagoan Cina Zhang Zhilei. 

Hrgovic memenangkan pertandingan dengan angka sekaligus membuka peluang untuk bisa menantang juara dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun