Mohon tunggu...
heru suti
heru suti Mohon Tunggu... Administrasi - Merdeka

Menulis untuk menghasilkan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Gleison Bremer, Bek Terbaik dan Siap Pakai

23 Juli 2022   15:02 Diperbarui: 23 Juli 2022   15:05 307
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gleison Bremer mengenakan kostum nomor 3 peninggalan Giorgio Chielini (Foto: twitter @juventusfcen via kompas.com)

Juventus melepas bek mahal yang mereka miliki di bursa transfer musim panas ini. Mathijs de Ligt pindah ke Bayern Munchen. Bek asal Belanda itu pindah ke jawara Bundesliga dengan mahar 67 juta euro dengan berbagai klausul tambahan.

Cukup mengejutkan sebenarnya Juve melepas De Ligt. Saat merekrutnya, usia Mathijs de Ligt ketika itu baru 19 tahun, dipinang dari Ajax seharga  75 juta euro. Harga yang sangat fantastis untuk ukuran seorang pemain muda apalagi berposisi sebagai pemain belakang.

Tampaknya Juventus sedang ingin berinvestasi, membeli pemain muda yang diharapkan akan jadi tulang punggung utama mereka di beberapa tahun kedepan. Apalagi dua jagoan lini belakang, Giorgio Chelini dan Leonardo Bonucci yang sudah sangat berumur.

Hal yang sama juga dilakukan Real Madrid saat membeli Vinicius Jr dengan harga selangit. Vini Jr tidak langsung jadi skuad inti di Madriid. Belakangan seiring dengan kematangan yang meningkat, Vini Jr makin sering menjadi starter di Madrid dan bahkan di final Liga Champons kemarin ia mencetak gol tunggal ke gawang Liverpool yang memberikan Madrid gelar Liga Champions yang keempat belas.

Tiga musim De Ligt bermain di Juventus dengan total 117 penampilan dan mencetak 8 gol. Belum istimewa tapi ya cukup baik lah. Sebagai pemain muda yang usianya baru 22 tahun tentu potensinya untuk berkembang masih amat besar.

Agak mengherankan ketika sedang dalam proses kematangan justru malah de Ligt dilepas ke tim lain. Proses transfer sendiri tidak berjalan mudah karena Juve menginginkan harga 100 juta euro. Namun dengan berbagai upaya akhirnya Bayern berhasil mendatangkan de Ligt. Konon, de Ligt sendiri menyatakan keinginannya untuk bermain di Bayern Munchen.

Ya kalau si pemain sendiri sudah menyatakan ingin pindah ya tampaknya memang Juve sebaiknya melepasnya, persoalannya tinggal masalah harga. Lagian juga Juve memang sepertinya masih butuh duit karena sebagaimana kita tahu tim-tim Serie A yang sedang tidak begitu baik urusan finansialnya.

Apapun itu yang jelas Juventus akhirnya kehilangan Matthijs de Ligt. Namun Juve tentu tak tinggal diam, De Ligt pergi toh masih ada bek lain yang bisa direkrut untuk mengisi posisi bek tengah Si Nyonya Tua.

Dan memang tak menunggu lama, Juventus pun mengumumkan rekrutan barunya di lini belakang. Dialah Gleison Bremer, seorang pemain asal Brasil berusia 25 tahun yang membela klub tetangga sekota mereka, Torino.

Gleison Bremer Silva Nascimento begitu nama lengkap bek baru Juventus ini. Konon ayahnya memberi nama Bremer karena terinspirasi dengan Andreas Brehme, bek Jerman era 80 dan 90-an yang sukses membawa Jerman juara Piala Dunia 1990, yang juga mantan pemain Inter Milan.

Bremer musim lalu bermain sangat baik di Serie A. Tak main-main, Bremer adalah pemain yang mendapat penghargaan sebagai belakang terbaik Serie A musim lalu. Banyak klub menginginkan jasanya.

Duo Milan yang tahun lalu jadi juara sartu dan juara dua Serie A juga menginginkannya. Inter Milan konon tinggal selangkah lagi mendapatkan Bremer, tapi Juve menyodok di tikungan akhir dan akhirnya mendapatkan Bremer.

Dan, here we go.., deal 41 juta euro dan Bremer pun resmi mengenakan kostum putih hitam Juventus.

Keuntungan buat Juve tentu, Bremer tidak perlu banyak beradaptasi dengan Serie A . Bremer sudah bermain di Serie A bersama Torino sejak 2018 dan mengalami kemajuan pesat setahun terakhir.

Kalau yang dijadikan patokan adalah penghargaan pemain belakang terbaik yang dianugerahkan Serie A kepada Bremer maka dapat disimpulkan kalau Bremer tidak kalah kelas dibanding De Ligt. Bahkan kalau patokannya penilaian tersebut ya Bremer lebih baik lah, wong De Ligt musim kemarin juga bermain di Serie A.

Ya, pokoknya Bremer adalah pemain yang siap pakai, bisa langsung gas...

Bahkan ia tak perlu lagi beradaptasi dengan kota Turin karena selama ini ia pun sudah ada di Turin bersama tim rival sekota Juve, Torino. Ya, bedanya Torino adalah klub medioker di Italia apalagi Eropa, beda dengan Juventus sebagai pengoleksi gelar Serie A terbanyak sepanjang masa dan salah satu tim besar di Eropa yang walaupun sering gagal di Liga Champions. Tapi minimal mereka pernah dua kali juara Liga Champions.

Tahun ini pun Juve akan berlaga di Liga Champions. Ini mungkin yang Bremer harus persiapkan karena dengan Torinio ia pol mentok main di Serie A dan Coppa Italia.

Bagi Bremer, bermain di Juventus jelas akan membuat dirinya semakin diperhitungkan dan jika secara rutin ia mendapatkan menit bermain dan tampil baik, bisa saja nanti ia mendapat kesempatan masuk skuad timnas Brasil di Piala Dunia tahun ini.

Di posisi bek tengah timnas Brasil, saat ini ada tiga nama besar: Thiago Silva (Chelsea), Marquinhos (PSG) dan Eder Militao (Real Madrid). Masih sangat mungkin Bremer untuk masuk skuad utama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun