Sambil terus meruai detak-detak waktu yang terelakan; yang tampak berjalan dengan alunan yang tertata
Membawa bibit rindu pada seutas tali yang merenggang, kini berada diambang kepunahan
Bagai simpul yang usang, ingin merelakan ikatan yang telah lama
Bahariku terbelalak rindu hingga langkahku tertahan oleh bab lampau
Sebuah ikatan tersimpul dalam diriku; Membuat bayangan yang terurut
Ia bagai merayu terembus oleh embusan angin lalu , bak embun pagi yang sirna seiring mentari terbit
Bunda terantuk di depan pintu, menanti hadirku setelah beberapa waktu
Ia menatapku dengan diam terpaku, membuat langkahku tersapu mengarah perlindungannya
Aku mengambil langkah menuju ibunda, mataku terbelalak terantuk oleh kata-kata ibunda
Kata yang bak menolak kerinduan semu dalam hatiku, yang secara singkat menjalin kehangatan
Seakan melayu bagai tertarik seutas tali yang tak kasat mata
Pandangku melayu, tak mampu membalas alunan kalimat yang terdengar
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI