Mohon tunggu...
Munir Sara
Munir Sara Mohon Tunggu... Administrasi - Yakin Usaha Sampai

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” --Pramoedya Ananta Toer-- (muniersara@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Dengan Hati, Aa Gym Sembuh Corona

17 Januari 2021   12:35 Diperbarui: 18 Januari 2021   10:03 400
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Sumber : https://republika.co.id/)

Waktu di bangku Aliyah, saya saudah tahu MQ. Epitome dari Manajemen Qalbu Aa Gym. Dari urusan hati itulah, ia bikin majalah hingga TV dan anek anak cucu usaha di bawah MQ Corporation.

Return and asset MQ Corp, kembali ke urusan hati juga. Mendidik ratusan bahkan ribuan santrinya di Darut Tauhid-Bandung. Saya pernah ke sana, tapi cuma melongok dari depan gerbang saja. Selebihnya saya cari tahu di youtube.

Apakah karena ia Sunda, kalau omong di tausiyah bukan main. Lembut laksana kapas.  Lalu di kapas itu dibalur minyak zaitun yang mengkilat dan lembut. Dengannya hati kita diusap-usap silir-semilir. Ia menyampaikan pesan dengan sentuhan hati.

Omongannya mendayu-dayu. Pilihan katanya sederhana. Nukilan ayat-ayat Al quran dan hadits selalu cocok. Bukan sekenannya. Meski sudah omong ke mana-mana, kembalinya ke palung hati juga.

Waktu saya baca buku Abdul Munir Mulkan THE POWER OF ANGEL, dengan menukil Rumi, profesor ini bilang, secara mikrokosmos, manusia itu pusat orbit kehidupan. Saya tercengang alang kepalang. Sebegitu genting posisi manusia. Apa soal?

Lalu temulah saya di bagian QS: Ar rum : 41. Bahwa manusialah sabab musabab kerusakan di darat, pun di laut. Bila nabi SAW bilang segumpal hatilah menjadi pokok perkara, maka benar adanya kata Rumi itu. Seonar apapun manusia, pasti urusannya hati.

Hidup ini cuma dua, benar atau salah. Keduanya berorbit dan tarik menarik di sekitar dada manusia (hati). Maka aneka tausiyah Aa Gym, mendekatkan manusia pada pusat orbitnya--hati.

Hati manusia ada berupa-rupa. Ada hati gelap ada hati terang. Yang terang barang tentu bersih. Yang gelap tentu dekil sampai berlumut.

Kalau hati bersih, makin dekat pergerakan aktvitas ke pusat orbit, manusia makin tercerahkan. Kalau hati kotor, biar pergerakan makin dekat ke pusat orbit, yang ada cuma kegelapan dan kesesatan.

Aa Gym bekerja siang dan malam. Dengan berbagai media dan channel. Memberisihkan dimensi spiritual hati dan mendekatkan manusia hatinya.  

***

Lalu tiba-tiba, Aa Gym disengat Corona. Tak selang lama, dua penyokong spiritual di negeri ini--- Syeh Ali Jaber dan Aa Gyim dikabarkan kena virus dari Wuhan itu. Siapa yang tak terperanjat? Termasuk saya.

Kedua manusia ini laksana bantal dari kapas Sea Island atau kapas Mesir. Sangat halus. Kalau hati gelisah, merekalah alas pikiran dan hati. Omongannya menyuruk perlahan ke hati---hingga ke dalam-dalamnya.

Sejak kabar itu, tak bosa-bosan publik kepoin berita. Saban hari cuma kepingin tahu, apa gerakan kondisi dua manusia sejuk itu setelah postif Corona. Kabar datang silih berganti. Entah yang hoax pun fakta sebenarnya. Semua bercampur-campur laksana pecal.

Lalu datang kabar, Syeh Ali Jaber wafat. Muslimin Indonesia berduka. Terkecuali mereka yang hatinya kadung kotor. Dari buzzer busuk hingga sekuler songong.

Indonesia kehilangan sosok Al quran berjalan. Sosok yang selalu memberikan solusi bagi ketenangan hati dan mengusir was-was. Dia pergi kehariban Ilahi. Selamanya.

Burung-burung berhenti mengepak di atas awan Jakarta. Air-air di genteng berhenti gemiricik. Dedaunan berhenti bersiur. Semua berduka, tunduk pada ruh penghapal Al quran itu. Ia dijemput berdedai malaikat. Janji Allah dan sabda Rasullah SAW sungguh jelas dan pasti. Wallahu'alam.  

***

Sepanjang Aa Gym sakit itulah saya mengikuti Aa Gym di lini masa. Tiap subuh ia live streaming. Baik di twitter maupun live story IG. Omongan masih soal hati. Kali ini lebih kena, karena ia gencet suatu ujian hidup.

Dengan napas yang sengal dan sesekali mendeham, ia terus bertausiyah tentang hati. Setiap mendeham, tangannya menggaet semacam alat pompa oksigen kecil, lalu dituding ke mulut dan hidungnya. Ia omong sekuat tenaga tentang sabar dan ikhlas setelah usaha.

Ia menyuntik spiritual ke dalam dirinya. Ia mengobati dirinya, dan wabah panik yang melanda manusia seluruh Indonesia. Ia mengingatkan dengan halus tentang ikhtiar, sabar dan ikhlas.

Keleluasaan hati menerima ujian, hingga beban penyakit terasa enteng. Ia sakit tapi teduh. Kadang sedikit riang, dengan bahasa tubuh yang tenang.

Dengan sabar dan keikhlasan selama 57 hari, Sultan Al Fateh runtuhkan tembok raksasa kekaisaran Romawi Timur-Konstantinopel. Sabar adalah kekuatan kedua manusia.

Ribuan tahun lalu, Ibnu Sina berujar, "Kepanikan adalah separuh penyakit. Ketenangan adalah separuh obat. Kesabaran adalah awal dari kesembuhan."

Beberapa hari lalu, saya baca di beberapa media daring, Aa Gym sudah sembuh. Alhamdulillah. Ia sakit dengan tampilan yang enteng. Ia mengabarkan pada manusia, dengan hati semua bisa sembuh, manakalah takdir belum kunjung.

Dalam QS : Al baqarah : 155, kata sabar digandeng dengan shalat. Pun di ayat lain. Kedua-duanya merujuk ke hati. Dua kunci kemenangan. Aa Gym tak sekedar omong, dia memperlihatkan dirinya. Alhamdulillah, Aa Gym Sudah sembuh. Wallahu'alam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun