Namun Nancy hanya tersenyum sambil memandang ke balik bahu Valene. Kebingungan, Valene menolehkan kepalanya dan saking terkejutnya, matanya nyaris keluar dari rongganya. Ada dua pria tampan yang berjalan ke arahnya dan sepertinya, seluruh perhatian semua orang yang ada di caf itu hanya tertuju kepada mereka berdua. Valene mengenali mereka berdua, salah satunya adalah pacarnya. Ya, mereka adalah Song Kyungju dan Song Yoonsung. Masih terdengar kasak-kusuk ketika mereka berdua duduk di kursi yang masih kosong di meja Valene. Valene masih membeku ketika Kyungju merangkulnya.
"Noona jagiya, apakah kau suka cafeku? Ini akan menjadi cafemu nantinya. Aku disini untuk bekerja, bukan membuka caf sebenarnya."
Yoonsung tertawa kecil sambil melambai pada Valene, "lama tak berjumpa, noona."
"Apa-apaan ini?" tanya Valene agak panas sambil melepaskan rangkulan lengan Kyungju, "kau sudah disini selama 2 bulan dan tidak mengabariku?"
"Oh tidak, aku baru disini empat hari yang lalu. Aku hanya menjalankan caf ini dari Korea saja."
"Jadi apa maksudmu untuk bekerja?"
"Perusahaan kami membuka cabang disini. Yoonsung yang akan bekerja di Korea, sedangkan haraboji setuju aku dipindahkan kesini."
"Di sini? Di Palembang?"
"Di Jakarta sebenarnya. Tapi aku akan lebih mudah mengunjungimu mulai sekarang noona."
Valene memandangi wajah orang-orang yang ada di mejanya satu persatu dan mereka semua tampak berbahagia.
"Ini... ini bukan mimpi kan?" tanya Valene terbata.