Mohon tunggu...
Karimatus Sahrozat
Karimatus Sahrozat Mohon Tunggu... Editor - Writer, Editor

Smile. It will bring you luck.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Berhenti Lakukan 6 Hal Ini Jika Kamu Ingin Bahagia

15 Februari 2021   05:43 Diperbarui: 15 Februari 2021   06:37 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyak orang sering mengeluh dan mengaku bahwa dirinya tidak bahagia. Alasannya bermacam-macam. Karena tidak memiliki ini, karena belum bisa mencapai itu, bahkan ada pula yang tak tahu kenapa bisa sampai tidak bahagia. Padahal, tanpa kita sadari, ketidakbahagiaan yang kita rasakan mungkin disebabkan oleh perilaku kita sendiri.

Nah, untuk kamu yang sedang berusaha mencari kebahagiaan, yuk coba berhenti lakukan 6 hal ini dan lihat apa yang akan terjadi!

Menghabiskan Waktu dengan Media Sosial

Sudah bukan rahasia lagi, media sosial memang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Dengan fokus pada media sosial, secara tidak langsung kita juga menjauhkan diri dari kehidupan sebenarnya. Selain itu, berita-berita dalam media sosial umumnya akan membuat penggunanya fokus pada kehidupan orang lain.

Akhirnya, banyak orang akan mulai membicarakan dan mengomentari kehidupan orang lain, bahkan mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Padahal, hal-hal itu cuma akan menambah pusing dan tak ada gunanya. Daripada melakukan sesuatu yang tak bermanfaat, lebih baik fokuslah untuk mencapai tujuan hidup kita.

Selalu Merasa Kurang

Percaya deh, manusia memang tidak akan pernah merasa cukup! Sebesar apa pun pencapaian yang sudah diraih, manusia tetap akan merasa kurang. Yap! Sayangnya, perasaan seperti itu akan menghalangi diri kita untuk bisa merasa bahagia. Nah, sekarang, daripada selalu memikirkan kekurangan kita, cobalah untuk fokus dan mensyukuri hal-hal yang sudah kita miliki.

Mengikat Diri pada Masa Lalu

Kenangan di masa lalu terkadang memang sulit dilupakan. Tak jarang, kenangan-kenangan itu akhirnya membuat kita terpuruk dan tidak bisa melangkah ke depan. Padahal, sekeras apa pun berusaha, masa lalu tidak mungkin terulang.

Jadi, daripada menyesali yang telah terjadi atau mengharapkan sesuatu yang tak mungkin kembali, yuk belajar untuk mengikhlaskan. Seperti kata Ika Natassa, You know what is wrong about always searching for answers about something that happened in your past? It keeps you from looking forward. It distracts you from what's in front of you. Your future.

Selalu Mengatakan "Ya" Atas Permintaan Orang Lain

Membantu orang lain memang tidak ada salahnya. Eits, tetapi berbeda lagi ceritanya jika kamu sampai mengorbankan diri sendiri demi membantu orang lain. Orang yang selalu mengatakan "ya" terkadang justru dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Cobalah untuk memprioritaskan dirimu sendiri. Bantulah orang lain jika kamu memang mampu dan benar-benar ingin melakukannya. Ingat, sesekali mengatakan "tidak" tidak akan membuatmu jadi jahat, kok!

Menghabiskan Uang untuk Memuaskan Keinginan

Sesekali menghadiahi diri atas kerja keras yang sudah dilalui memang tak ada salahnya. Namun, menghabiskan banyak uang untuk membeli hal-hal yang tak dibutuhkan bukanlah pilihan yang bijak. Percayalah, keinginan kita tak akan habisnya. Saat satu keinginan kita turuti, keinginan lain pasti akan muncul mengiringi. Oleh karena itu, sudah saatnya kita belajar mengerem keinginan dalam diri kita.

Lagipula, kebahagiaan yang didapat dengan membeli segala hal yang kita inginkan itu tidak akan bertahan lama. Mulai sekarang, alih-alih menghabiskan uang untuk hal-hal yang kurang penting, lebih baik sisihkan uangmu untuk orang-orang yang membutuhkan. Jangan lupa juga, sesekali, belikan hadiah untuk orang-orang yang kamu sayang dan sudah banyak membantu kamu selama ini sebagai ucapan terima kasih. Percaya atau tidak, memberi bisa membawa kebahagiaan tersendiri.

Menganggap bahwa Tujuan Hidup adalah Bahagia

Sebagian besar orang beranggapan bahwa tujuan dari kehidupan adalah mencari kebahagiaan. Namun, ketahuilah bahwa hal terpenting bukanlah mendapatkan kebahagiaan, melainkan memiliki makna kehidupan. Sebagaimana dikatakan oleh Emily Esfahani Smith dalam TED Talks, happiness comes and goes, but having meaning in life -- serving something beyond yourself and developing the best within you -- gives you something to hold onto. Kebahagiaan memang tak selamanya mendampingi kita, tetapi cita-cita, tujuan, dan setiap makna yang ada dalam diri kita akan menuntun kita untuk terus melangkah ke depan, tumbuh, dan berkembang.

Bagaimana? Siap untuk berhenti melakukan 6 hal di atas?

Artikel lainnya:
6 Hal yang Harus Kamu Coba untuk Atasi "Quarter Life Crisis"

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun