Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Ex Banker

Blogger, Lifestyle Blogger https://www.inatanaya.com/

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Siapkan Dana Pensiun Agar Masa Tua Tetap Terjamin

28 Agustus 2022   18:30 Diperbarui: 29 Agustus 2022   20:04 1148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mempersiapkan dana pensiun | (SHUTTERSTOCK/LOVEYDAY12)

Apabila Anda baru mulai masuk dunia kerja, pasti belum terpikirkan masalah dana pensiun. Usia mereka mungkin sekitar 24-28 tahun, jauh dari usia pensiun, 65 tahun. 

Anak-anak generasi Y, Z masih ingin memupuk dan mengejar karir. Tanpa disadari, ketika mereka sudah terjun dunia kerja, waktu akan berjalan terlalu cepat.

Seperti ketika saya bekerja, tidak terasa waktu untuk pensiun dini sudah di depan mata. Fokus untuk menyiapkan dana pensiun itu bagi sebagian orang relatif kurang memperhatikan.  

Saya lebih memperhatikan untuk dana pendidikan anak.  Dana pendidikan itu bagi saya sangat penting dan saya sudah mempelajari sejak sebelum anak lahir. 

Dalam perencanaan keuangan saya, saya hanya menghitung dan merencanakan dana pendidikan satu anak. Sementara dana untuk pensiun yang sangat penting, saya mengandalkan dari Jamsostek yang sekarang disebut dengan BPJS Ketenagakerjaan.  

Perusahaan di mana saya bekerja tidak memberikan dana pensiun hanya jasa sebagai pekerja. 

Mengapa penting menyiapkan dana pensiun?

Usia pensiun di Indonesia sekitar 65 tahun. Sementara menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tren peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia selama 73,5 tahun pada tahun 2021.

Jadi dari 65 tahun hingga 73,50 tahun (sekitar 8,5 tahun atau jika kita dikarunia usia mencapai 85 tahun, artinya ada sisa usia 20 tahun), kita harus survive untuk tetap memiliki dana pensiun.

Dari segi dana pensiun, bagi kita yang tidak bekerja sebagai PNS, tetapi bekerja sebagai pegawai swasta atau entrepreneur, UMKM, tentu dana pensiun ini jadi hal yang mutlak diatur dan disiapkan sebelumnya.

Kecuali kita pindah warga negara, misalnya bekerja di luar negeri yang menyediakan dana pensiun dari gaji selama kita aktif bekerja selama di luar negeri. 

Belanda memotong pajak untuk pensiun dari gaji sangat besar. Namun, saat pensiun, para senior akan menikmati dana pensiun yang dipotong saat bekerja.

Usia senior umumnya kesehatan mulai turun, biaya kesehatan jadi membengkak. Kita harus menyiapkan dari mana jika tidak ada dana pensiun.

Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun?

Kembali kepada kondisi di Indonesia, dana pensiun itu mutlak disiapkan sejak dini apabila kita bukan PNS.

Kita tidak dapat menabung dana pensiun secara mendadak, misalnya 5 tahun sebelum pensiun. Simulasikan saja secara sederhana untuk dana pensiun yang dibutuhkan.

Contohnya: gaji terakhir kita 10 juta saat pensiun. Untuk kebutuhan seorang pensiun sekitar 5-6 juta.

Maka untuk 20 tahun mendatang diperlukan dana 6 juta x 12 x 20 x 8% per tahun (inflasi) = 1,555, 000,000

Dana sebesar 1,5555,000,000 tak mungkin dikumpulkan secara mendadak, dalam jangka waktu pendek. Perlu ada perencanaan keuangan untuk mengumpulkan khusus dana pensiun.

Untuk itu ada beberapa tips yang dapat digunakan agar kita tidak terjebak dalam kesulitan keuangan saat pensiun tiba tanpa ada uang pensiun.

1. Dana Pensiun (DPLK)

Beberapa bank negeri memiliki fitur atau produk ini. Membaca produknya secara jelas, apakah DPLK itu bisa dicicil atau diangsur tiap bulan sejak kita masih aktif bekerja .

Ingat bahwa kita harus mencari perusahaan atau perbankan yang kredibel.  Artinya jangan sampai bank atau perusahaan itu bangkrut saat kita butuh uang pensiun.

2. Asuransi

Beberapa perusahaan asuransi menyediakan produk/program perlindungan dan tabungan pensiun.   

Sebelum menjadi konsumen, perlu dibaca secara teliti dan saksama apakah perusahaan asuransi tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.   

Ditanyakan apakah dana asuransi itu ditempatkan di mana oleh perusahaan, apakah aman penempatannya, serta apakah perusahaan asuransi itu kredibel dan kuat dari segi keuangan/finansial.

3. Anak bukan sebagai aset

Tips yang sangat penting yang ingin saya sampaikan adalah jangan sekali-kali mengandalkan anak sebagai aset untuk pensiun.  

Ada orangtua yang merasa sudah berjasa untuk menyekolahkan anak hingga berhasil, sekarang anak harus membantu semua finansial orangtua. Kita hanya menyelesaikan tanggung jawab sebagai orangtua dengan baik. Setelah itu selesai.

4.Investasi

Ada beberapa teman senior yang masih "smart" dalam berinvestasi, sehingga dana pensiun terus berkembang karena dia dapat mengembangkan dana pensiun dengan pelbagai jenis investasi baik itu risiko tinggi maupun rendah.   

Hal ini tentu sangat bagus. Namun, tetap berhati-hati untuk investasi risiko tinggi, harus disesuaikan dengan profil risiko kita sebagai seorang senior.

Dana pensiun kelihatannya sepele, tapi penting untuk kelangsungan kehidupan kita yang telah dan akan pensiun.  

Jika kita tak punya jaminan hidup untuk masa tua, kita akan berlindung kepada apa dan siapa?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun