Oleh :
Ferliana Ishadi
Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI Bangkalan-Madura
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masa balai pustaka dimulai sejak tahun 1920 hingga 1942, menurut Nj. Nursinah Supardo, masa balai pustaka hadir setelah masa peralihan ( angkatan Abdullah ) dan menurut Zuber Usman, B.A, masa balai pustaka tersebut termasuk pada periodisasi kesusastraan baru. Dalam penjelasannya Nj. Nursinah Supardo tidak membagi antara periodisasi lama, peralihan dan baru, beliau menuangkannya menjadi satu bagian antara periodisasi sastra peralihan dan periodisasi baru, namun beliau tidak mengungkapkan tentang periodisasi sastra lama.Berbeda dengan penjelasan yang diungkapkan oleh Zuber Usman, B.A, beliau membagi masa – masa yang ada dalam periodisasi sastra lama, peralihan dan baru. Salah satu yang termasuk dalam periodisasi sastra baru menurut Zuber Usman, B.A adalah masa balai pustaka ( 1920 – 1942 ).
Pada setiap periodisasi sastra pasti memiliki karakteristik – karakteristik tersendiri agar jelas letak perbedaannya, baik dari segi tata bahasa ataupun tema pada karya sastra tersebut.Selain untuk membedakan antara periodisasi yang satu dengan lainnya, karakteristik tersebut juga berfungsi untuk membandingkan antara periodisasi yang satu dengan lainnya juga.
1.2. Identifikasi
Berdasarkan latar belakang di atas, saya mencoba mengidentifikasi masalah saya ini. Identifikasi masalahnya sebagai berikut:
- Jelaskan lebih rinci tentang masa Balai Pustaka, karakteristik, dan perbandingannya dengan masa sebelum dan sesudahnya ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Periodisasi Sastra
Periodisasi sastra merupakan sebuah pengelompokan sastra baik meliputi karya maupun pengarangnya. Pengelompokan tersebut didasarkan pada waktu penurunan karya tersebut yang secara otomatis tidak menutup kemungkinan apabila hasil karya terebut disesuaikan dengan kondisi sosial pada waktu itu. Dengan hal tersebut maka kemiripan-kemiripan diantara sastra - sastra juga menjadi salah satu penyebab dari pengelompokan sastra.
Munculnya periodisasi sastra pertama kali yaitu semenjak munculnya karya sastra dari Merari Siregar tahun 1920, yang berjudul Azab dan Sengsara. Periodisasi sastra sangatlah berguna bagi penikmat karya sastra karena dengan adanya periodisasi sastra tersebut akan lebih bisa memberikan pemahaman pada suatu karya sastra baik dari sisi pemaknaan dan pesan amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang.
Periode adalah sekedar kesatuan waktu dalam perkembangan sastra yang dikuasai oleh suatu sistem norma tertentu atau kesatuan waktu yang memiliki sifat dan cara pengucapan yang khas dan berbeda dengan masa sebelumnya. Sedangkan, angkatan adalah sekelompok pengarang yang memiliki kesamaan konsepsi atau kesamaan ide yang hendak dilaksanakan dan diperjuangkan. Jadi, jika disimpulkan bahwa antara periode dengan angkatan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, karena untuk mengetahui lebih dalam tentang angkatan sastra maka kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang periode sastra. ( Sarwadi, 1999: halm.26 ).
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI