Bagaimana mungkin pelecehan itu terjadi?. Atau mereka bertiga sedang melakukan negosiasi  solusi apa kompensasi yang harus dilakukan PC dan KM  terhadpa Brigadir J.
Tangisan PC juga bagian dari skenario garapan FS, atas dugaan pelecehan oleh Brigadir J, sebagai penguat tuduhan. Apalagi FS juga merekayasa rekaman CCTV dengan menambah suara atau narasi dalam tayangan CCTV agar menyatukan publik dalam satu tuduhan yang sama, pelecehan.
Lihat saja tangisan pertama PC saat  mengunjungi kantor bareskrim, disertai pernyataan menerima kesalahan Brigadir J yang menunjukkan PC berusaha membenarkan tuduhan adanya pelecehan yang dialaminya.
Dan seperti yang dijelaskan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi, bahwa kegiatan yang di reka ulang atau direkonstruksi meliputi 78 adegan. Baik di lokus, rumah Magelang, di rumah Saguling, dan di rumah Duren Tiga. Dan rekonstruksi di Magelang adalah soal tindakan asusila yang dituduhkan tersangka PC kepada Brigadir Joshua.
Dan yang membuat kita tak habis pikir, bagaimana bisa fakta dalam rekonstruksi adegan soal kejadian di rumah Magelang, tidak menunjukkan adanya adegan pelanggaran susila yang dilakukan oleh Brigadir Joshua terhadap tersangka PC. Bukankah atas dasar ini FS pitam dan marah besar, hingga membunuh Brigadir J secara kejam melalui tangan Bharada E.
Padahal betapa kuatnya kasus ini digiring kepada tuduhan pelecehan. Apa yang terjadi sebenarnya, bisa jadi seperti tuduhan publik dan warta di media, Â adanya perselingkuhan FS dan perselingkuhan PC. Praduga ini semakin liar dan luar biasa, tapi kita yakin akan ada kebenaran.
Apa jadinya jika pernyataan para saksi justru bertabrakan dengan hasil rekonstruksi, atau skenario dan motif dibelokkan demi sesuatu yang besar tapi menjadi rahasia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H