Menolak mengampuni juga menghambat kehidupan yang penuh yang seharusnya kita miliki oleh kehendak Allah. Bukan mempromosikan keadilan, menolak memaafkan malah membangkitkan kepahitan. Dengan demikian pengampunan diperlukan seseorang untuk memerdekakan orang tersebut dari akibat yang dilakukannya dan menghidupkan kembali tujuan serta pengharapan orang untuk masa depannya.
Karya pengampunan mengajarkan seseorang untuk tidak membiarkan masa lalu mengendalikan masa sekarang dan menghendakinya untuk bertanggungjawab atas perbuatan dan perasaan yang mempengaruhinya. Kita sudah mengalami dan menerima pengampunan dari Tuhan tanpa kesadaran itu sulit bagi kita untuk memberikan pengampunan kepada sesama kita.Â
Semakin besar kita menerima pengampunan dari Tuhan, maka semakin besar pula kemungkinan kita untuk cepat mengampuni sesama. Jadi dengan demikian pentingnya karya pengampunan di dalam hidup seseorang sangatlah berpengaruh untuk memberikan pengampunan kepada sesamanya manusia.Â
Jadi jawaban dari pertanyaan haruskah kita mengampuni? Â kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, karena itulah yang harus kita lakukan. Sama seperti Allah di dalam Yesus Kristus yang sudah terlebih mengampuni semua dosa yang sudah kita perbuat dengan cara mati di kayu salib. Tuhan Yesus Memberkati.
 "Jiwa yang tak mau mengampuni orang lain adalah pembunuh kehidupan rohani". James Coulter
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H