Mohon tunggu...
Winata Samosir
Winata Samosir Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada

Auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Ramalan Berbasis Data: Menggali Potensi Predictive Analysis (PA) dalam Audit Internal

10 Oktober 2023   12:45 Diperbarui: 10 Oktober 2023   13:08 207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Audit internal memiliki peran kunci dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor publik dengan transparansi, mendeteksi kecurangan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. Dengan kemajuan teknologi dan otomatisasi, organisasi pemerintah menghasilkan dan menyimpan data dalam volume yang sangat besar, termasuk data keuangan, operasional, dan komunikasi. 

Audit internal perlu mengintegrasikan, menguji, dan menganalisis data ini secara efisien guna mendeteksi ketidakpatuhan, risiko, dan penyalahgunaan. Selain itu, sifat data yang semakin kompleks dan terus berkembang membuat auditor harus memanfaatkan teknologi, seperti big data dan artificial intelligence, untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang mungkin tidak terdeteksi dengan metode konvensional.

Data-data dalam jumlah besar tersebut menjadi hal yang berharga bagi auditor internal dan di sinilah peran Predictive Analytics (PA) menjadi semakin relevan dan esensial. PA memungkinkan auditor internal untuk mengidentifikasi ketidakpatuhan dan risiko saat ini serta meramalkan masalah di masa depan dengan memanfaatkan algoritma dan advanced analytics techniques. Dengan demikian auditor dapat mengambil tindakan pencegahan proaktif, mengidentifikasi tren yang berpotensi merugikan, dan melakukan investigasi ketika diperlukan yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi audit.

Dalam opini ini akan dijelaskan konsep PA, mengapa ini penting dalam audit internal pemerintah di Indonesia, serta bagaimana PA digunakan untuk mengidentifikasi risiko potensial untuk membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Apa Itu Predictive Analytics (PA)?

Predictive Analytics (PA) adalah penggunaan statistik dan pemodelan data untuk membuat prediksi tentang kinerja masa depan dengan melihat pola data historis dan real-time. PA melibatkan penggunaan berbagai teknik statistik, matematika, dan teknologi informasi untuk menghasilkan perkiraan yang dapat membantu pengambilan keputusan. PA memiliki sejumlah manfaat bagi organisasi yang menerapkannya yakni membantu memperkirakan keberhasilan dan efisiensi strategi bisnis, memberikan keunggulan kompetitif melalui pemahaman tentang dampak keputusan yang akan diambil, memprediksi hasil produk, mengurangi risiko kerugian, memproyeksikan respons pelanggan terhadap penawaran tertentu, dan membantu dalam mengukur risiko dan keuntungan investasi, juga mendeteksi pola mencurigakan dan mencegah penipuan.

Dalam konteks audit internal pemerintah, PA dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko potensial, mengoptimalkan sumber daya, dan mendukung pengawasan yang lebih efisien. Misalnya, dalam pengelolaan anggaran pemerintah, penggunaan PA dapat membantu memprediksi perubahan ekonomi yang memengaruhi pendapatan dan pengeluaran negara. Contoh lainnya, PA dapat membantu mengidentifikasi potensi kecurangan pajak dengan cara menganalisis data historis dan pola pelaporan pajak. Jika PA mendeteksi adanya anomali atau pola yang tidak biasa dalam pelaporan, seperti penghindaran pajak yang mencurigakan atau ketidakpatuhan perpajakan yang terstruktur, auditor dapat segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari kedua contoh yang diilustrasikan diatas PA membantu mengidentifikasi risiko potensial terkait pengelolaan anggaran dan kepatuhan perpajakan yang memungkinkan auditor untuk mengambil tindakan pencegahan lebih awal untuk meminimalisir keterjadian hilangnya penerimaan negara. Dengan demikian PA mendukung pengawasan menjadi lebih efektif dan efisien.

Cara Menggunakan Predictive Analytics (PA) dalam Audit Internal

Berikut langkah-langkah penggunaan PA dalam audit internal:

  • Data Historis dan Pengumpulan Data

Langkah pertama adalah mengumpulkan data historis yang relevan, termasuk data anggaran, data pendapatan, data pengeluaran, dan data lainnya yang relevan dengan tujuan organisasi pemerintah. Bila data yang dikumpulkan semakin lengkap dan maka hasil analisis prediktifnya juga semakin akurat.

  • Analisis Data

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Dalam Langkah ini maka penggunaan algoritma dan teknik statistik diperlukan untuk mengidentifikasi pola-pola dan tren-tren yang ada dalam data. Hasilnya memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor tertentu berpengaruh pada tujuan organisasi.

  • Membangun Model Prediksi

Langkah ini melibatkan pembuatan model matematis atau statistik berdasarkan tren dan pola yang telah diidentifikasi dalam data historis. Model ini digunakan untuk menghubungkan variabel-variabel tertentu dengan hasil atau peristiwa yang ingin diprediksi di masa depan. Proses pembuatan model prediksi dapat melibatkan beberapa langkah, termasuk pemilihan jenis model yang sesuai, pengumpulan data historis yang digunakan untuk melatih model, dan pengujian serta penyesuaian model tersebut.

Setelah model prediksi dibangun, langkah selanjutnya adalah menggunakan model tersebut untuk mengevaluasi risiko potensial yang mungkin terjadi di masa depan. Hasil prediksi ini kemudian dibandingkan dengan tujuan organisasi atau dengan tingkat risiko yang dapat diterima (risk appetite). Langkah ini sangat penting karena memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terlupakan atau tidak terdeteksi secara manual.

  • Pengambilan Tindakan Pencegahan

Langkah terakhir penggunaan PA dalam audit internal adalah mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Auditor dan manajemen dapat menggunakan wawasan dari analisis prediktif untuk merencanakan langkah-langkah yang akan diambil jika risiko potensial tersebut menjadi kenyataan, misalnya adanya penurunan pendapatan atau pelanggaran kebijakan. Pengambilan tindakan pencegahan merupakan langkah proaktif yang krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan menjaga tujuan organisasi agar tercapai.

Metode Predictive Analytics (PA) dalam Audit Internal

Terdapat beberapa teknik PA yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko potensial dan memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai. Berikut ini adalah beberapa teknik PA yang relevan:

  • Regresi Linier: Teknik ini dapat digunakan untuk memprediksi hasil berdasarkan variabel-variabel tertentu. Contohnya, auditor menggunakan regresi linier untuk memprediksi perubahan dalam anggaran pengeluaran yang mempengaruhi tujuan keuangan organisasi.
  • Analisis Time Series: Teknik ini membantu auditor mengidentifikasi tren dan pola yang berkaitan dengan waktu. Misalnya, untuk memprediksi fluktuasi pendapatan secara bulanan maupun tahunan.
  • Clustering: Teknik yang memungkinkan auditor untuk mengelompokkan data menjadi kategori-kategori berdasarkan kesamaan karakteristik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kategori risiko yang berbeda. Melalaui teknik ini auditor dapat mengelompokkan program atau kebijakan pemerintah ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki risiko serupa dan kemudian merencanakan tindakan pencegahan yang sesuai.
  • Machine Learning: Teknik ini membantu auditor dalam membangun model prediksi yang kompleks dengan menggunakan algoritma machine learning, mengidentifikasi pola yang lebih kompleks dalam data historis dan memprediksi risiko potensial dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Tantangan dalam Menggunakan Predictive Analytics (PA) dalam Audit Internal

Penggunaan PA dalam audit internal pemerintah tentu memiliki tantangan. Berikut beberapa tantangan utama yang perlu diatasi meliputi:

  • Kualitas Data

Auditor harus memastikan bahwa data historis yang digunakan dalam analisis adalah data yang akurat, lengkap, dan terkini sehingga perlu upaya dari auditor untuk meningkatkan pengumpulan, pengelolaan, dan penyimpanan data.

  • Keterampilan Analisis Data

Auditor perlu mengembangkan keterampilan analisis data karena penggunaan PA memerlukan pemahaman yang mendalam tentang statistik, matematika, dan algoritma. Untuk mengadopsi teknologi ini maka organisasi/lembaga audit perlu memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi auditornya.

  • Perlindungan Data dan Privasi

Dalam mengumpulkan dan mengolah data, perlindungan data dan privasi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Auditor harus memastikan bahwa data sensitif tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

  • Integrasi dengan Sistem yang Ada

Organisasi/lembaga audit perlu menyusun rencana yang baik untuk mengintegrasikan teknologi PA ke dalam proses audit internal yang sudah ada tanpa mengganggu operasi yang sedang berlangsung.

Kesimpulan

Predictive Analytics (PA) memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengawasan audit internal di sektor pemerintahan Indonesia. Dengan menerapkan metode yang tepat, auditor internal dapat memanfaatkan data yang ada untuk mengidentifikasi risiko dan mengoptimalkan sumber daya. 

Namun, penggunaan PA tentu tidak tanpa tantangan sehingga diperlukan upaya untuk memastikan kualitas data, mengembangkan keterampilan analisis data, melindungi data dan privasi, serta mengintegrasikan teknologi ini dengan sistem yang sudah ada. Dengan pemahaman yang baik tentang manfaat dan tantangan ini, auditor internal pemerintah di Indonesia dapat memanfaatkan PA untuk mengoptimalkan peran mereka dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun