Mohon tunggu...
Dalana WK🍓
Dalana WK🍓 Mohon Tunggu... Penulis - Penyair

Life is true and Love is God ~ Hargailah Karyanya, Jika tidak mampu menghargai Orangnya ~

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hawa

3 Desember 2021   14:18 Diperbarui: 3 Desember 2021   15:10 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

HAWA

Kepompong kecil berlapis tabir

Semua menunggu lahirnya

Dunia tengah bersiap memburu 

Tak Terima kabar cacat untuk bisa dicinta

Kabar telah menyebar 

Setiap tali yang terhubung 

Menjadi pilihan bagaimana selanjutnya

Sebongkah batu, sebilah pisau, sehelai kain 

Serba salah menjadi anggun 

Namun, tak bisakah cantiknya tetap abadi 

Wahai jantan, binatang jalang, jadilah manusia yang diharapkan

Biarkan gadis ini tumbuh tanpa luka derana 

Kertas putih yang seharusnya suci 

Meminta masa depan yang gemilang

Izinkan napasnya dilepas dengan normal 

Tanpa cercaan caci karena tengahnya sobek

Sehelai kain ini tak cukup jelas menutup batas

Sebongkah batu itu tak kau sadar akan hukum

Sebilah pisau dendam yang akan menancap seumur hidup

Kita merugi untuk dua menit tanpa makna

Pelangi Kah setelah memperkosa hawa

Wahai adam tak tahu norma

Abu-abu langit-ku hendak mencampur warnanya

Kelam kan datang dan kau pergi, terpisah di dalam labirin dalam telanjang

Menunggu lengang malam. 

~Dalana WK

Cihaurbeuti, 03 Desember 2021

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun