Laga kasta kedua Liga Champions Asia antara Persib Bandung melawan Port FC menyimpan banyak cerita-cerita yang menarik di dalamnya. Namun, satu nama yang benar-benar menjadi sorotan adalah Asnawi Mangkualam.
Mantan pemain PSM Makassar itu tampil gemilang selama 90 menit penuh bersama dengan Port FC di laga kemarin kendati tidak dipasang di posisi aslinya, yakni bek kanan. Ia justru di pasang sebagai gelandang dalam formasi 3-5-1-1 bersama dengan Tanaboon Kesarat dan Sittha Boonlha.
Statistik-nya pun juga lumayan impresif. Ia berhasil mencatatkan akurasi umpan mencapai 92 persen, 60 persen dribble sukses, dan memenangkan 61 persen duel kunci yang dilakukannya.
Selain itu, Asnawi juga berhasil membuat 2 kesempatan dan 3 umpan kunci ke area sepertiga akhir yang salah satunya hampir membuat Port FC unggul di menit ke-26 jikalau tandukan dari rekan setimnya tidak membentur tiang gawang Persib yang dikawal oleh Kevin Ray Mendoza.
Rating akhir 7,9 berhasil didapatkannya yang merupakan tertinggi kedua di pertandingan itu setelah rekan setimnya, Kevin Deeromram.
Kegemilangan yang Asnawi tunjukan saat ini merupakan buah dari proses panjang dan tempaan terus menerus yang ia lewati di dalam karier-nya.
Boleh dibilang, Asnawi mungkin adalah segelintir pemain abroad lokal Indonesia yang saat ini konsisten dalam hal menit bermain dan juga dari segi performa yang terus menerus menunjukan grafik peningkatan.
Hal yang tentunya berbanding terbalik dengan beberapa pemain seperti Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan yang hingga saat ini masih sangat kekurangan menit bermain di klub mereka masing-masing yang juga tentunya akan mempengaruhi tingkat performa mereka.Â
Berkarier abroad memang tidak dapat dipungkiri menjadi hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Ada banyak sekali variabel-variabel pendukung yang mempengaruhi baik atau buruknya performa pemain di luar negeri.