Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Mengapa Banyak Mahasiswa yang Lama Lulusnya?

1 Desember 2010   01:25 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:09 1340
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah banyak sekali mahasiswa yang lama lulusnya. Bukan karena mereka tidak cerdas atau pintar, tetapi karena mereka tak fokus dalam menulis karya tulis ilmiahnya. Hal ini disebabkan, ketika mereka kuliah, kebiasaan menulis apalagi menulis karya tulis ilmiah tidak terbiasakan dengan baik. Membaca bukupun bukan lagi aktivitas penting sehingga wajar saja, ketika mahasiswa S1 akan menyelesaikan studinya, selalu terkendala menulis skripsi dan mengalami kesulitan ketika harus memulainya. Begitupun dengan mahasiswa S2 dan S3 yang harus membuat tesis dan desertainya.

Ketika saya menjadi mahasiswa S1, saya berusaha keras untuk lulus tetap waktu. Alhamdulillah saya lulus tetap pada waktunya selama 8 semester (4 tahun). Bahkan saya lulus paling dulu dari teman-teman satu angkatan. Pada saat menulis skripsi saya sangat fokus dengan  penelitian saya, dan berusaha keras untuk dapat menuliskannya dalam bentuk karya tulis ilmiah. Selain berkonsultasi dengan 2 orang dosen pembimbing yang ditunjuk oleh ketua jurusan, saya berkonsultasi juga dengan para dosen lainnya. Bahkan salah satu dosen yang saya temui adalah seorang guru besar atau profesor yang biasa menguji mahasiswa S2 dan S3.

Dari banyak bertanya kepada para dosen itu, saya akhirnya mampu menuliskan dan menemukan bentuk karya tulis ilmiah yang telah dibaca banyak ahli di bidangnya. Baik dari sisi penulisan ilmiahnya maupun sisi  lainnya. Alhasil, pada saat ujian terbuka, saya berhasil menjawab semnua pertanyaan dewan penguji, dan dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan. Skripsi saya pun tidak terlalu banyak perbaikan, sehingga dua hari kemudian saya sudah bisa memperbaikinya, dan meminta tanda tangan dosen pembimbing, dan juga dosen penguji ahli.

Ketika saya menyelesaikan tesis S2, saya pun melakukan hal yang sama. Selain dua profesor yang ditunjuk menjadi pembimbing, saya pun berkonsultasi dengan para profesor lainnya untuk berdiskusi tentang masalah penelitian saya. Dari hasil diskusi itulah banyak solusi saya dapatkan, dan segera saya tuangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Alhamdulillah, lagi-lagi saya lulus pertama kali dari satu angkatan. Padahal, selama kuliah di S1 dan S2 saya selalu aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Mahasiswa Tidak Fokus.

Banyak mahasiswa yang lama lulusnya karena mereka tidak fokus  dalam mengerjakan karya tulis ilmiahnya. Mereka selalu menunda-nunda pekerjaan menulis. Padahal, untuk sebuah karya tulis ilmiah, dibutuhkan ketelitian, dan harus banyak membaca buku untuk mendukung kerangka teorinya. Bila tidak, kita akan kesulitan dalam merangkai kata menjadi kalimat yang indah, dan merajutnya menjadi sebuah topik penelitian yang layak untuk diteliti, dan akhirnya disetujui oleh dosen pembimbing.

Kebanyakan teman-teman saya yang lulus lama, mereka seringkali tidak fokus dan menggampangkan masalah. Ketika waktunya sudah dikejar deadline, dan ada teguran dari ketua jurusan, barulah mereka tergopoh-gopoh mengerjakannya. Bahkan ada beberapa teman yang melakukan jalan pintas, copy paste karya tulis orang lain atau terpaksa dibuatkan oleh biro jasa pembuatan karya tulis yang sekarang ini sangat mudah kita temui di sekitar kampus.

Seharusnya, bila kita ingin lulus cepat, harus ada keinginan dari dalam diri untuk fokus dengan masalah yang ditelitinya, lalu segera menuliskan apa-apa yang terjadi setiap harinya. Bila kita sibuk atau sudah bekerja pada saat kuliah, maka sisihkanlah minimal 1 jam saja setiap harinya untuk fokus dengan hasil penelitian kita. Sering-seringlah berkonsultasi dengan para dosen pembimbing, meskipun terkadang kita menemui kekecewaan karena seringkali tak nyambung dengan apa yang kita inginkan. Bila sudah begitu, anda harus mampu beradu argumentasi, dan berusahalah dekat dengan dosen pembimbing. Bila kita sudah ada dalam hati mereka, tentu mereka akan membantu kita dengan sepenuh hati. Ingatlah sebuah pepatah, tak kenal maka tak sayang!. Jadikanlah diri kita untuk selalu dikenal oleh dosen pembimbing kita, dan perbanyak komunikasi di saat menulis, dan membuat laporan hasil penelitian.

Malas Membaca dan Malas Pula menulis

Penyakit yang paling sering ditemui oleh mahasiswa semester akhir adalah mereka malas membaca, dan malas pula menulis. Mereka inginnya serba instan. Langsung bisa dengan cara "copas" atau ambil teori dari sana sini tanpa capek-capek membuka buku. Apalagi dengan adanya internet, kita tak perlu membaca buku dalam bentuk yang utuh. Tetapi sebenarnya, kita agak dirugikan bila tak membaca buku secara utuh. Sebab ruh dari buku itu atau pesan yang disampaikan oleh penulisnya belum tentu sampai ke otak kita. Sebaiknya, bila anda mencantumkan daftar pustaka dalam karya tulis ilmiah, pastikan anda sudah membacanya dari A sampai Z agar anda bisa memahami buku itu secara utuh.

Bila membaca saja anda sudah lemah, maka kemampuan anda dalam menulispun tentu akan lemah pula. Di situlah pada akhirnya banyak mahasiswa yang menyerah kalah, dan pada akhirnya meninggalkan tugas akhirnya. Kalau sudah begitu, jangan pernah harapkan lulus cepat waktu kalau cara belajar anda  masih seperti itu. Jangan pula mencari kambing hitam dan mengatakan bahwa kesibukan anda telah membuat anda menjadi rabun membaca dan lumpuh menulis.

Mahasiswa Malas Meneliti

Hal lainnya yang sering saya temui kenapa banyak mahaiswa yang lama lulusnya adalah malas meneliti. Banyak mahasiswa yang masih malas meneliti. Padahal budaya meneliti itu harus sudah ada ketika tahun pertama kita diajarkan metode-metode penelitian. Ini terlihat dari sedikitnya mahasiswa yang suka di laboratorium bagi mereka yang mengambil kuliah di bidang yang ada keterkaitannya dengan laboratotium. Bila jenis penelitian kita eksperimen, jelas keberadaan laboratorium sangat kita butuhkan untuk menguji hipotesis kita. Bila kita malas untuk berlama-lama di laboratorium, jangan harapkan penelitian kita cepat selesai.

Begitupun dengan mahasiswa yang meneliti di bidang penelitian sosial. Mereka harus mampu mencari data yang akurat, dan benar-benar bisa diukur serta otentik dalam mendukung karya tulisanya. Bila mereka tak bisa membuktikan datanya secara lengkap, maka jangan harapkan laporan penelitian anda disetujui oleh dosen pembimbing.

Budaya meneliti jelas harus ada dalam diri bila kita ingin cepat dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah kita. Olahlah data penelitian kita dengan baik dan seksama, sehingga hasil penelitian itu dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang banyak, dan bukan hanya masuk museum atau perpustakaan belaka. Saya masih ingat, perlatan trainer instalasi listrik yang saya buat, banyak membantu para mahasiswa elektro dalam mempelajari hubungan dasar instalasi listrik,  dan bahkan saat ini banyak digunakan oleh sekolah SMK jurusan Listrik.

Akhirnya, mengapa banyak mahasiswa yang lama lulusnya dapat kita lihat dari kemampuan mahasiswa yang bersangkutan dalam memanage waktu dengan baik. Selalu fokus dengan penelitiannya, dan rajin membaca dan menulis serta senang meneliti. Bila mahasiswa tak senang meneliti, maka jangan harapkan dapat lulus cepat dan tepat waktu karena prasyarat lulus, anda harus melakukan penelitian yang bersifat ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan pada saat anda maju dalam sidang karya tulis ilmiah. Baik dalam bentuk skripsi, tesis  ataupun desertasi.

Semoga tulisan yang berdasarkan pengalaman pribadi ini dapat membantu memotivasi  anda yang saat ini menjadi mahasiswa  untuk dapat lulus cepat, dan selesai pada waktu yang telah ditentukan. Berusahalah untuk mendapatkan be asiswa, sebab dengan adanya beasiswa itu, mau tak mau anda dituntut untuk segera menyelesaikan kuliah anda secepat-cepatnya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun