Tak terasa hari ini saatnya Coldplay manggung di Gelora Bung Karno, Jakarta. Ditandai dengan kepergoknya sang vokalis Chris Martin sedang lari-lari santuy di Jalan Sudirman oleh netizen, atmosfer Coldplay pun kian terasa.
Sampai-sampai pagi ini saya jalan di seputaran Jakarta Selatan sambil celingak-celinguk siapa tahu ketemu Chris Martin lagi sarapan bubur ayam di trotoar atau ketemu personel lainnya lagi sepedaan gitu kek.
Eh tapi beneran lho, tadi saya ketemu bule di dekat stasiun MRT dan saya lihatin bener-bener, siapa tahu dia salah satu personel atau minimal teknisi tukang pasang kabel band Coldplay.
Bagi yang sudah punya tiket nanti malam tentu sudah tak sabar lagi menanti malam. Penonton dari luar daerah pastinya sudah berangsur-angsur datang ke Jakarta memenuhi hotel-hotel di seputaran Senayan yang sudah full booked sejak jauh hari.
Sedangkan yang berasal dari sekitar Jakarta, sudah bersiap bakal naik kendaraan apa menuju GBK.
By the way, kalau ada karyawan atau rekan kerja yang hari ini cuti apapun alasannya, entah itu meriang, masuk angin atau mules-mules, patut diduga itu hanya alasan semata karena sebenarnya dia hendak nonton Coldplay.
Hati-hati lho yang berbohong untuk cuti seperti itu, saran saya sebaiknya jauhi sorotan kamera.
Ya, beberapa tahun lalu saya pernah punya teman yang saat itu kerja di sebuah perusahaan di Solo. Nah, teman saya izin cuti dengan alasan sakit, eh nggak tahunya dia nonton konser di Jakarta.
Pihak perusahaan tahu karena teman saya tersebut tersorot kamera di televisi sedang jingkrak-jingkrak di depan panggung. Tak butuh waktu lama, setelah kembali ke Solo dia pun disidang oleh perusahaan dan akhirnya kena PHK. Apes nggak tuh?
Nah, yang mau nonton silakan deg-degan, buat yang nggak nonton bagaimana?
Saya sarankan, hari ini khususnya di jam sibuk sore hari hingga malam hari, sebisa mungkin pengguna kendaraan pribadi hindari jalur Senayan dan sekitarnya. Macet adalah potensi yang kemungkinan besar terjadi, apalagi jika ditambah dengan hujan yang sudah mulai rutin turun di sore atau malam hari.
Bagi yang pulang kerja naik moda MRT Jakarta dan Transjakarta, perlu diperhatikan jam-jam krusial karena diprediksi bakal berbarengan dengan massa penonton yang menuju GBK. Transportasi publik bakal menjadi andalan penonton mengingat panitia tidak menyediakan kantong parkir di area GBK untuk penonton.
Bagi masyarakat di seputaran GBK, harap siap-siap juga bakal kesulitan mencari ojek online (ojol) karena pasti permintaan meningkat sehingga bakal lebih lama untuk mendapatkan ojol. Bahkan berdasarkan pengamatan jika ada even-even besar di GBK, banyak ojol lebih memilih mematikan aplikasi dan berubah menjadi ojek konvensional dengan tarif yang berkali lipat lebih tinggi.
Tak dapat dipungkiri, magnet Coldplay memang luar biasa. So, yang nggak kebagian tiket, walaupun kepengin nonton, sudahlah cukup duduk manis di rumah.
Tak perlu juga gambling dengan ikut-ikutan datang ke GBK dengan harapan bisa dapat tiket dari calo dengan harga miring. Ah, sudahlah, kasih kapok tuh calo dengan tidak usah membeli dagangannya.
Pasca konser, tak perlu juga kalian merasa iri dengan status dan story orang-orang yang pulang nonton konser dengan bangganya. Biarlah itu kebahagiaan mereka, kalian tak perlu nyinyir atau malah menangis dalam hati.
Mungkin mereka beruntung bisa nonton Coldplay, tapi bisa jadi kalianlah kelak yang bakal merasa lebih beruntung karena bisa nonton koplo.
Tetap semangat!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI