Saya bisa memahami keluhannya. Memang di titik jemput area terminal kedatangan di Terminal 2 Bandara Soetta situasinya teramat ramai. Selain titik jemput khusus taksi online, di situ juga ramai oleh antrian taksi reguler, mobil sewa dan kendaraan lainnya.
"Penumpang order dari dalam pesawat juga banyak Pak, hehe."
Saya mendengarnya sambil nyengir. Bukan berarti pesawat masih di udara penumpangnya sudah order taksi lho ya. Tapi ketika pesawat sudah mendarat dan masih menunggu berhenti sempurna serta menanti pintu pesawat dibuka, rupanya ada saja penumpang yang tak sabaran untuk segera membuka ponsel dan melakukan order taksi online.
Padahal dari proses beberes setelah pesawat mendarat, kemudian jalan kaki menuju terminal kedatangan, bisa membutuhkan waktu sekitar setengah jam sendiri. Apalagi jika si penumpang masih mampir ke toilet dan menunggu bagasi.
Macet dan semrawut, itulah yang bakal terjadi jika tidak ada pengaturan soal waktu tunggu di area penjemputan. Terlebih jika banyak penumpang melakukan pemesanan taksi online jauh sebelum berada di titik penjemputan.Â
Jika sampai sebuah taksi online menunggu terlalu lama, maka risikonya ia bakal disuruh jalan oleh petugas. Kalau itu terjadi, maka mau tidak mau si driver bakal jalan memutar jauh untuk bisa kembali lagi ke titik tersebut.
Kondisi itu pastinya dipicu keengganan penumpang untuk menunggu lama saat sudah berada di titik penjemputan. Maunya begitu sampai di titik jemput, mobil sudah tersedia.Â
Ah, egois dan manja sekali manusia-manusia jenis ini. Maunya ditunggu, tak mau menunggu.Â
Kejadian serupa tak hanya terjadi di area Bandara saja, bahkan penumpang KRL Commuter Line pun kerapkali melakukannya.Â
"Halo Pak, iya Pak saya masih di kereta, bentar lagi nyampai, Bapak nunggu di mana ya?" kalimat begini pernah saya dengar ketika kereta sedang menuju Stasiun Sudirman di pagi hari.Â
Juga orang-orang yang terlihat sibuk order ojek online meskipun jaraknya masih jauh. Mungkin maunya "sat-set" keluar stasiun langsung lanjut ngojek, karena berangkat kerja di pagi hari memang butuh kecepatan dan efisiensi waktu.Â