Mohon tunggu...
Widi Kurniawan
Widi Kurniawan Mohon Tunggu... Pegawai

Pengguna angkutan umum yang baik dan benar | Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Kenali Fitur NFC di Smartphone, Hindari Kurang Saldo Kartu Tol

1 Mei 2023   05:15 Diperbarui: 1 Mei 2023   14:36 924
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Situasi antrean di gerbang tol Cikampek (foto Kompas.com/JASA MARGA)

Bus yang akan membawa saya mudik malam itu tak segera kunjung berangkat. Terlambat beberapa menit dari jadwal semestinya.

Sopir dan awak bus lainnya terlihat masih sibuk cek dan ricek beberapa hal terkait perjalanan. Termasuk saldo kartu uang elektronik untuk membayar tol.

"Saldo tolnya kayake kurang bos," ucap sopir kepada pengawas perjalanan di kantor pusat perusahaan otobus (PO). Saat itu memang saya berangkat bukan dari terminal, melainkan dari kantor PO-nya di daerah Kebayoran Lama, Jakarta.

Tak berapa lama, petugas dari PO tersebut mengecek saldo melalui smartphone-nya dan mengisi ulang saldo untuk keperluan masuk tol.

"Siip, beres! Siap berangkat!" ucap si petugas.

"Welah, ngisinya pakai hape toh? Tak kira ke Indomaret dulu," gumam seorang penumpang tak jauh dari saya.

Soal saldo kartu uang elektronik memang menjadi salah satu instrumen penting dalam perjalanan mudik, khususnya pengguna kendaraan bermotor yang masuk ke jalan tol. Baik kendaraan pribadi maupun bus. Sayangnya, tak semua pengendara melalukan persiapan yang baik terkait kartu tol ini.

PT Jasa Marga (Persero) merilis pada periode H-7 sampai dengan H-1 arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 H, terdapat 12.209 kendaraan dengan saldo kurang di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang (sumber: sonora.id).

Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran perjalalanan mudik maupun balik. Waktu yang dibutuhkan untuk ribet masalah kurangnya saldo kartu tol berpotensi menimbulkan antrean panjang dan kemacetan di gerbang tol.

Sepertinya masih banyak orang yang belum aware terkait pengisian saldo kartu uang elektronik. Bahkan masih banyak yang menyepelekan dan mencoba mengandalkan minimarket yang akan ditemui di perjalanan sebagai solusi.

Padahal, belum tentu minimarket selalu siap melayani top up saldo. Ada kemungkinan ketika kasir minimarket mengatakan bahwa sistem sedang eror dan tidak bisa melakukan top up.

Bagaimana dengan mesin ATM milik bank? Well, berdasarkan pengalaman saya sih banyak mesin ATM yang erornya permanen kalau soal urusan top up saldo kartu uang elektronik.

Itulah mengapa sejak dua tahun belakangan ini saya memilih ganti smartphone yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication). Singkatnya, NFC adalah fitur yang memungkinkan dua perangkat untuk "berkomunikasi" melalui frekuensi radio dalam jarak dekat.

Jadi, saya cukup mengaktifkan fitur NFC di smartphone dan menempelkan kartu uang elektronik keluaran bank. Sejurus kemudian smartphone akan membaca kartu tersebut dan memberikan pilihan apakah saya akan membukanya melalui aplikasi mobile banking yang sesuai dengan kartu tersebut ataukah melalui aplikasi marketplace yang sudah terinstal di HP tersebut.

Sejauh ini saya tak pernah memiliki masalah eror terkait cek saldo hingga top up saldo menggunakan NFC. Fitur ini sangat membantu di kala mendesak.

Sangat mudah mengaktifkan fitur NFC di smartphone (tangkapan layar pribadi)
Sangat mudah mengaktifkan fitur NFC di smartphone (tangkapan layar pribadi)

Meskipun tidak membawa kendaraan pribadi, dan melakukan perjalanan mudik menggunakan beberapa kombinasi moda transportasi umum saat mudik kemarin, tapi saya tetap membutuhkan kartu uang elektronik untuk berbagai kebutuhan. Misalnya saat menggunakan taksi ketika pulang dari Bandara Soetta ke rumah saya, kartu yang digunakan untuk masuk tol tentu saja milik saya sebagai penyewa taksi.

Juga ketika sebelumnya sempat singgah di Yogyakarta selama beberapa jam. Saya menggunakan jasa layanan loker di dekat Stasiun Tugu untuk menitipkan tas dan barang bawaan saya.

Rupanya penyedia jasa penyewaan loker hanya melayani pembayaran digital melalui kartu uang elektronik saja. Selain pembayaran, kartu tersebut juga berlaku sebagai kunci loker yang saya sewa.

Untungnya, fitur NFC di smartphone saya cukup membantu. Bagaimana tidak? Saldo yang tersisa di kartu rupanya tinggal 20 ribu saja dan untuk segala keperluan itu saya tinggal "sat set sat set" mengisi saldonya tanpa harus pusing mencari minimarket atau ATM.

Saat ini sudah banyak tipe smartphone yang mendukung fitur NFC, dari mulai smartphone entry level hingga kelas menengah sampai dengan kelas flagship. Artinya dari level harga 1 jutaan hingga belasan juta ke atas, sudah banyak yang menyematkan fitur NFC.

Jika pengguna smartphone memang membutuhkan kepraktisan dalam hal keuangan, maka memilih smartphone dengan NFC tentu saja menjadi sebuah kebutuhan penting. Tapi lucunya, tak jarang pemilik smartphone justru tak menyadari jika sebenarnya fitur NFC sudah tersemat di HP miliknya.

Nah, sekarang coba deh cek smartphone Anda. Jangan-jangan sudah ada fitur NFC dan Anda sama sekali tak menyadari dan belum pernah menggunakan sama sekali.

Bisa jadi pula orang-orang yang kekurangan saldo di gerbang tol saat mudik dan arus balik tahun ini, sebenarnya memiliki smartphone NFC beserta aplikasi mobile banking, tapi juga sama sekali tidak ngeh untuk memanfaatkannya.

Meskipun saat ini pun tengah digodok metode lain yang direncanakan menggantikan sistem kartu untuk pembayaran tol, tapi tampaknya keberadaan kartu uang elektronik masih tetap dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Masyarakat pun sudah semestinya lebih mengenal dan memanfaatkan smartphone dengan fitur NFC.

Yuk bisa yuk, kenali fitur smartphone milik kita dengan lebih baik lagi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun