Alih-alih mengurangi kecepatan, masih saja banyak pengendara yang main libas saja bak pebalap di sirkuit lintasan basah. Dikira keren apa ya?
Cipratan air ketika melibas genangan sambil menyalip pengendara lain atau berpapasan, bisa mengakibatkan pakaian orang lain basah. Korban potensialnya adalah pengguna sepeda motor lainnya dan orang lain yang berada di pinggir jalan.
Bayangkan jika korbannya adalah anak-anak sekolah yang sudah rapi untuk pergi belajar. Atau mungkin karyawan yang memang dituntut berpakaian serapi mungkin.
Gara-gara genangan air hujan dan kelakuan orang lain yang ceroboh di jalan, buyarlah itu penampilan keren nan perlente.
Maka bagi pengendara kendaraan bermotor, sebaiknya mengedepankan etika dan memperhitungkan dampak yang terjadi ketika melintasi genangan air hujan di jalanan. Terutama jika ada orang yang sedang berada di pinggir jalan ataupun ketika sedang ramai kendaraan lain melintas.
Jangan mentang-mentang naik mobil dan tidak bakal terdampak cipratan air, maka cuek saja ketika melintasi genangan air.
Tolonglah sedikit berempati dengan para pengguna jalan lainnya. Caranya kita harus mampu mengamati kondisi sekitar lintasan kendaraan. Kurangilah kecepatan kendaraan dan cobalah jaga jarak antarkendaraan.
Selain dampak yang merugikan orang lain serta potensi memancing emosi dan sumpah serapah orang, kondisi genangan air di jalan juga berisiko mengakibatkan kecelakaan bagi diri sendiri apabila tidak hati-hati.
Melintasi genangan air dengan kecepatan tinggi bisa mengakibatkan kendaraan hilang kendali dan tergelincir. Ban kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, bisa selip ketika digeber melindas genangan dengan kecepatan tinggi. Terlebih jika ulir ban atau kembangan ban sudah mulai menipis atau bahkan botak.
Untuk itu, menghadapi musim hujan seperti saat ini, selain mengatur kembali kelakuan kita saat berkendara, sebaiknya juga menyempatkan diri untuk selalu mengecek kondisi kendaraan, termasuk ban, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.