Mohon tunggu...
Nur Widiyanto
Nur Widiyanto Mohon Tunggu... Freelancer - Masyarakat Indonesia

Masyarakat yang berharap Indonesia lebih baik

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Bagaimana Agar Bahasa Indonesia Menjadi Nomor Satu di Ruang Publik?

24 Oktober 2019   19:04 Diperbarui: 8 Januari 2021   17:40 364
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Upaya apa saja yang bisa kita lakukan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa tuan rumah di negeri sendiri? Kita, sebagai masyarakat Indonesia harus memulai dari diri sendiri: cinta produk Indonesia, cinta budaya Indonesia, dan cinta bahasa Indonesia. Jika bukan kita yang mencintai bahasa Indonesia, mungkinkan bangsa lain akan mencintainya? tentu tidak. Oleh karena itu, mencintai bahasa Indonesia adalah menggunakannya secara baik, dalam tulisan-tulisan kita di media sosial, dalam upacan-ucapan kita.

Kita, sebagai pengguna media sosial, tidak perlu malu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam tulisan yang kita tuliskan. Kita tidak perlu mencampur aduk bahasa Indonesia dengan bahasa asing di tulisan kita. Tulisan-tulisan kita di media sosial mencerminkan diri kita. Penggunaan bahasa yang baik, tentu akan mengundang apresiasi teman-teman kita.

Bagi Pemerintah, khususnya Badan Bahasa, masih cukup banyak pekerjaan rumah agar bahasa Indonesia menjadi nomor satu di ruang publik. Upaya yang selama ini dilakukan Badan Bahasa sudah baik, namun perlu terus ditingkatkan agar tujuan tersebut dapat tercapai. Badan Bahasa tentu tidak bisa bekerja sendiri. Sejumlah pemerhati bahasa, pegiat media sosial yang selama ini peduli dengan bahasa Indonesia perlu dirangkul, agar tercipta sinergi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun