Mohon tunggu...
Wening Yuniasri
Wening Yuniasri Mohon Tunggu... Guru - Pelajar kehidupan - Nomine Best in Fiction Kompasiana Awards 2024

Menulislah, maka engkau abadi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Malam yang Mendekap Wanita Berkain Panjang

17 Maret 2024   03:32 Diperbarui: 17 Maret 2024   04:00 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Malam mengendap-endap

Mencuri dengar percakapan pada sebuah bilik

Sejak waktu menjadikannya berjarak, berharap

Sapa halus dari pemilik bilik

(Sebuah kalimat menuding penuh cekat. Sisanya hanyalah isak yang berat)

Malam terhardik

Ia tak pernah demikian terkaget oleh wanita penyabar berkain panjang

Ia selalu mengira wanita berkain panjang pastilah penyabar

Tengok saja bagaimana ia melilit kain

Memindahsilangkan kaki berjalan kecil-kecil

Bukankah ia seorang yang tabah?

 

Udara utusan malam melongok sedu sedannya

Menjulur kerling terhadap napasnya engah;

Sepenuhnya khawatir

Seorang diri memunguti perasaan 

yang tercecer dari limpasan air mata

 

Melihatnya simpuh di atas sajadah

Rindu buncah kejut pun sulih

Malam kembali mendekat, mendekap;

Aku tak pernah salah memilih

Jogja, 17 Maret 2024 | Wening Yuniasri

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun