Cerita Anak
Kelinci Hitam Sang Pencuri
Karya: Weni Indriyani
Di sebuah hutan yang lebat yang ditumbuhi dengan berbagai buah-buahan serta tanah yang subur, dihuni oleh seekor kelinci. Kelinci itu bernama Kelinci Putih. Dia sangat baik dan suka berbagi. Selain itu, Kelinci Putih sangat rajin. Ia memanfaatkan tanah di hutan yang sangat subur itu untuk ditanami berbagai buah-buahan serta sayur-sayuran. Wortel yang ia tanam dan ia rawat dengan sepenuh hati itu tumbuh dengan subur.
Kelinci Putih memiliki sahabat, dia adalah Tupai. Tupai merasa sangat beruntung berteman dengan Kelinci Putih. Sebab Kelinci Putih memiliki hati yang sangat baik. Bahkan Kelinci Putih selalu memberikan hasil berkebunnya kepada Tupai setiap memanen. Ketika Tupai tidak memiliki makanan untuk disantap, Kelinci Putih dengan senang hati membagikan makanannya kepada Tupai. Pintu rumah Kelinci Putih selalu terbuka untuk Tupai.
Suatu hari, Kelinci Putih sedang menyiram tanaman buah-buahannya. Kelinci Putih terkejut dengan kedatangan Tupai yang secara tiba-tiba, membuat Kelinci Putih menjatuhkan alat penyiramnya dan tanpa sengaja merusak tanaman buah-buahannya.
"Ah, Kelinci Putih!!. Maafkan aku! Aku tidak sengaja!" Tupai merasa bersalah karena mengejutkan Kelinci Putih dan malah merusak tanaman yang baru saja tumbuh dengan suburnya itu.
"Ah, tidak apa-apa Tupai. Tidak masalah. Aku bisa menanam buah itu kembali nanti" Kelinci Putih memaafkan kesalahan yang diperbuat oleh Tupai.
Tupai memeluk Kelinci Putih, ia merasa bahagia karena Kelinci Putih telah memaafkan kesalahannya.
"Ada apa? Kau terlihat bahagia dan juga terburu-buru. Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Kelinci Putih penasaran.
"Benar, aku merasa bahagia dan juga buru-buru. Aku mengundangmu untuk datang ke pesta di rumahku. Aku ingin merayakan rumah baruku yang baru saja selesai kubangun beberapa hari lalu" Tupai menjelaskan kepada Kelinci Putih maksud kedatangannya.
"Wow, senang mendapat undangan darimu. Aku pasti datang. Aku akan membawa semua buah-buahan segar dan juga sayur-sayuran untuk kita santap disana bersama-sama." Kelinci Putih sangat bahagia mendapatkan undangan pesta dari Tupai, sahabatnya.
"Terima kasih, kau memang sahabat terbaikku. Kau harus datang sebab aku mengundang semua teman di hutan ini. Aku akan memperkenalkanmu nanti dengan mereka" Tupai bercerita dengan semangat.
"Sangat menyenangkan mendapat teman baru. Pasti aku akan datang ke pestamu" Kelinci Putih menerima undangan Tupai dengan senang hati.
"Kalau begitu aku harus pulang, aku harus mempersiapkan semuanya dengan sempurna" Tupai memeluk Kelinci Putih.
"Aku akan membantumu, tunggu sebentar!"
Kelinci Putih memasuki rumahnya. Ia mengambil kantong besar untuk membawa berbagai makanan salah satunya adalah wortel makanan kesukaannya. Setelah selesai, Kelinci Putih kembali menghampiri Tupai yang sedang menunggunya tadi.
"Kalau begitu kita berangkat!" Seru Kelinci Putih dan Tupai dengan semangat.
Pesta pun telah tiba.
Rumah Tupai yang tidak terlalu kecil ini, sekarang dipenuhi dengan berbagai binatang yang diundang oleh Tupai. Kelinci Putih ia sedang menikmati makanan kesukaannya.
"Kelinci Putih, lihat! Aku membawakan teman baru untukmu" Seru Tupai
"Perkenalkan Aku Kelinci Hitam, sesuai dengan warna bulu ku yang hitam."
"Salam kenal Kelinci Hitam. Perkenalkan aku Kelinci Putih sahabat Tupai"
"Baik, kalau begitu kalian bisa kenal lebih dekat. Aku akan kembali ke pesta ku" Tupai kini kembali pada pestanya.
Kelinci Putih yang merasa aneh dengan Kelinci Hitam itu menghentikan kegiatan makannya.
"Apakah ada yang aneh?" Tanya Kelinci Putih
"Tidak ada! Aku hanya melihat wortel yang kau makan terlihat sangat lezat" Jawab Kelinci Hitam.
"Oh, maafkan aku! Aku tidak menawarimu. Baiklah, aku ada banyak wortel. Aku baru saja membawa semua makanan yang ada di rumahku dan aku membawanya kesini semua untuk dimakan bersama. Silahkan, kau bisa menikmatinya" Kelinci Putih memberikan beberapa wortel dihadapan Kelinci Hitam.
Kelinci Hitam yang melihat wortel yang besar dan sangat segar langsung menyantapnya dengan lahap.
"Apakah sebanyak itu makanan dirumahmu sampai kau bawa semua ke pesta ini?" Tanya Kelinci Hitam. Kelinci Hitam terus memakan wortel dengan rakus hingga meninggal beberapa buah wortel saja. Kelinci Putih tersenyum melihat itu. Ia sangat suka, jika teman barunya menyukai apa yang ia tanam.
"Ya, di rumahku ada banyak makanan. Aku bahkan menanam semua dengan baik. Jika kau mau, mampirlah ke rumahku. Tidak jauh dari sini" Ajak Kelinci Putih. Ia akan merasa senang ada teman baru yang mau main ke rumahnya.
Keesokan harinya. Setelah pesta di rumah Tupai itu, Kelinci Putih memiliki beberapa teman baru. Salah satunya adalah Kelinci Hitam. Kelinci Hitam sudah berjanji bahwa hari ini ia akan berkunjung ke rumah Kelinci Putih.
Kelinci Putih yang sedang berkebun, melihat dari kejauhan melihat Kelinci Hitam. Ia bersiap menyambut teman barunya itu.
"Terima kasih sudah mau berkunjung di rumah sederhana ku ini" Kelinci Putih membawa Kelinci Hitam untuk masuk kedalam.
"Ah, maafkan aku, aku belum memanen makanan untuk kita hari ini karena aku terlalu sibuk berkebun. Apakah kau mau membantuku memanen beberapa buah dan sayur untuk kita santap?" Tanya Kelinci Putih kepada Kelinci Hitam
"Dengan senang hati" Jawab Kelinci Hitam dengan bahagia.
Kini Kelinci Putih dan Kelinci Hitam sedang memanen beberapa buah dan sayur. Kelinci Hitam terlihat bersemangat memanen semua buah dan sayur. Bahkan ia sudah menghabiskan dua kantong besar untuk menampung semua makanan itu.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tupai tiba-tiba datang mengunjungi rumah Kelinci Putih.
Kelinci Putih dan Kelinci Hitam melihat kearah Tupai.
"Aku dan Kelinci Hitam sedang memanen makanan untuk kami santap Tupai. Kemarilah bantu kami agar cepat selesai" Pinta Kelinci Putih
"Apakah harus sebanyak itu? Lihat! Bahkan Kelinci Hitam sudah mendapatkan dua kantong besar. Aku rasa ini sudah lebih dari cukup untuk mengenyangkan perut." Ujar Tupai. Ia terkejut melihat dua kantong besar yang sudah penuh dengan makanan, itu sangat berlebihan, pasti perut mereka tidak akan mampu menampung makanan itu semua.
"Hahaha.. Kelinci Hitam sangat bersemangat berkebun ternyata. Baiklah sepertinya ini sudah cukup. Ayo Kelinci Hitam, Tupai kita masuk dan menikmati ini bersama-sama di dalam rumahku" ajak Kelinci Putih dengan gembira.
"Eee.. kalian duluan saja, nanti aku akan menyusul kalian ke dalam. Aku ingin menikmati udara disini dulu. Udara disini sangat menyegarkan" ujar Kelinci Hitam
"Baiklah, kau bisa membawa dua kantong itu nanti ke dalam kan? Aku dan Tupai akan menyiapkan makanan kita" ujar Kelinci Putih
Kelinci Hitam mengangguk. Kemudian Kelinci Putih bersama Tupai pun masuk ke dalam rumah Kelinci Putih untuk menyiapkan makanan mereka yang akan disantap bersama.
Sedang Kelinci Hitam. Ia masih sibuk memanen buah dan sayur dengan semangat. Bahkan kini kantongnya bertambah satu lagi. Kini ada tiga kantong yang berisi penuh dengan buah juga sayur. Ia tersenyum bahagia.
"Kalau begini, aku tidak perlu susah payah mencari makanan. Dan aku tidak akan kelaparan lagi setelahnya. Aku akan membawa semua kantong ini ke rumahku. Hahaha.."
Dengan susah payah, Kelinci Hitam membawa tiga kantong besar itu menjauh dari rumah Kelinci Putih.
Diperjalanan pulang, Kelinci Hitam tidak sengaja tersandung ranting pohon berukuran sedang dan membuatnya terjatuh. Kantong yang ia bawa terjatuh, dan membuat isinya bertebaran kemana-mana.
"Eh eh eh.. makananku!!!"
Kelinci Hitam kelimpungan mengumpulkan buah yang menggelinding serta sayuran yang berantakan. Namun, bukannya berhasil mengumpulkan, buah dan sayur yang sudah bertebaran kemana-mana itu kini disantap oleh binatang lain.
"Heeiii!!! Kalian jangan memakan makananku. Itu milikku!!! Pergi kalian!!" Kelinci Hitam terus mengusir binatang-binatang yang mengambil buah dan sayuran yang berjatuhan tadi.
"Pergi!!!" Setelah bersusah payah mengusir binatang-binatang itu akhirnya mereka pergi. Ia mengambil kantong besar itu dan kembali memunguti buah dan sayuran yang berjatuhan tadi. Namun, Kelinci Hitam dikejutkan dengan tidak adanya sebutir buah pun tersisa disana. Hanya meninggalkan beberapa helai daun sayur yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Tidaaaakkkk!!!"
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI