Mohon tunggu...
Wendra Afriana
Wendra Afriana Mohon Tunggu... -

seorang difabel yang memimpikan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. jangan memincingkan mata ketika anda melihat mereka.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya Difabel dan Saya Mampu

7 Februari 2018   14:21 Diperbarui: 7 Februari 2018   15:39 1056
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Shutterstock.com

Meski saya lolos dari tahapan-tahapan yang mereka syaratkan, tetapi mereka tetap saja tidak mau menerima kondisi saya ini, dengan alasan adalah keterbatasan fisik saya bisa menjadi penghalang berkembangnya perusahaan tersebut.

Sejak peristiwa tersebut saya menyadari bahwa kegagalan dan cacian ternyata yang membentuk saya menjadi pribadi seperti sekarang ini, tidak pernah lelah untuk terus meraih cita-cita saya. 

Saya sekarang bekerja sebagai Dosen di salah satu Universitas Swasta di Depok. Selain itu, saya juga bekerja di DPR sebagai tenaga ahli dan freelance researcher untuk kasus politik.

Dengan status tersebut, telah membuktikan dengan sendirinya, meski saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi saya masih memiliki pemikiran yang bisa saya sumbangkan untuk kemaslahatan hidup rakyat Indonesia. 

Tentunya pemikiran ini saya tuangkan dalam bentuk analisa dan key point kepada atasan saya (Anggota DPR) untuk bisa disuarakan pada saat rapat dengan kementriaan terkait. Sebagai contoh, ketika atasan saya sedang rapat dengan Kemendikbud, maka saya membuat analisa dan ringkasan atas permasalahan pendidikan di Indonesia dan harus ada pembenahan terkait permasalahan tersebut.

Selain itu, pemikiran saya yang lain untuk bisa berkontribusi ke Negara adalah pada saat mengajar saya selalu meyakinkan mahasiswa untuk bisa menjadi pengusaha yang bisa membantu Negara menyelesaikan masalah pengangguran. 

Selain mengatasi penggangguran, semakin banyak pengusaha lahir, maka Negara akan semakin maju dan berkembang, karena akan lahir inovasi baru dari para pengusaha ini. Untuk itu, saya akan terus tanamkan kepada mahasiswa agar menjadi pengusaha dan membekali mereka dengan ilmu.

Pemikiran-pemikiran diatas tersebut merupakan sebuah kesuksesan bagi saya, meski saya belum tahu buah atau hasil dari pemikiran saya, tetapi saya yakin jika kita berbuat sesuatu untuk kemaslahatan hidup masyarakat dan Negara, maka tentunya akan menghasilkan, entah sekarang atau lusa nanti.  

Oleh karena itu, berbicara mengenai sukses yang terjadi dalam hidup ini, tidak terlepas dari rangkaian kegagalan yang pernah saya alami. 

Saya memiliki pandangan bahwasanya sukses itu bukanlah hanya capaian yang telah kita dapat, namun sukses juga terdapat pada mimpi-mimpi besar kita yang dengan berbagai daya serta upaya akan dicapai dan diwujudkan nantinya serta bermanfaat untuk orang lain.

Saya menyadari kesuksesan ini bukan lah atas usaha dan kerja kerasku tapi buah dari doa kakek nenek ku dan rencana yang Allah SWT rancang untuk diriku. Kesadaran itu terasa kuat karena kesuksesan ini tidak bisa aku klaim sebagai hasil peluh sendiri tapi bagian dari doa orang-orang yang menyayangiku. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun