Mohon tunggu...
Achmad Suwefi
Achmad Suwefi Mohon Tunggu... Administrasi - pekerja swasta penggemar Liverpool, Timnas dan Argentina

You will never walk alone

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Kisah Sang Rasul

2 Januari 2015   17:57 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:58 342
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Burung-burung berkicauan teramat bahagia di malam kelahiran Baginda Nabi SAW.
Dan kilatan cahaya terpancarkan penuh makna-makna dari Ahmad, yakni Baginda Nabi SAW.

Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya. Abdul Muthalib Kakeknya, Abu Thalib pamannya
Khadijah isteri setia, Fatimah putri tercinta. Semua bernasab mulia, Dari Quraisy ternama.

Dua bulan dikandungan, Wafat Ayahandanya. Tahun Gajah dilahirkan, Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada, Disusui Halimah. Enam Tahun usianya, Wafat Ibu tercinta.

Delapan tahun usia, Kakek meninggalkannya. Abu Thalib pun menjaga, Paman paling membela
Saat kecil penggembala, Dagang saat remaja. Umur dua puluh lima, Memperistri Khadijah.

Diumur ketiga puluh, Mempersatukan bangsa . Saat peletakan batu Hajar Aswad Mulia
Genap empat puluh tahun, Mendapat risalah. Ia pun menjadi Rasul Akhir para Anbiya."

Itulah lirik lagu Kisah Sang Rasul milik Habib Syekh sebagai renungan untuk kita jelang Hari Kelahiran Rasulullah SAW. Sebuah ringkasan kisah Rasul mulia dan Nabi penutup semua nabi, Nabi Muhammad SAW yang merupakan suri tauladan baik yang patut kita jiplak pola hidupnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai umatnya yang mengaku mencintai sudah selayaknya kita membaca, memahami dan mengaplikasikan pola hidup Rasulullah SAW. Kisah Rasulullah SAW harus kita ketahui termasuk anak-anak kita agar lebih mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW.

Bangga dan tercampur haru saat melihat putriku dan anak-anak seumurannya maupun dibawah serta diatasnya berbaur bersama orang tua ba'da maghrib untuk pembacaan Barjanzi. Pembacaan Barjanzi sendiri sudah mulai dibacakan sejak tanggal 1 Rabiul Awal dan akan genap nanti malam di malam 12 Rabiul Awal, begitu semangatnya mengikuti pembacaan Barjanzi yang kebetulan dipimpin langsung oleh Ayah penulis.

Sayang putranya ini tidak mengikuti jejak ayahnya, kini harapannya dengan pembacaan Barjanzi yang walau puteriku belum memahami artinya tetapi dengan terbiasa mendengarkan Kisah Sang Rasul kini putriku sudah mengenal sosok Nabi Muhammad SAW.

"Nabi Muhammad SAW kan lahir pada 12 Rabiul Awal ya yah. Saat tahun gajah," ucapnya.

"Ayahnya Abdullah sedang Ibunya Aminah, Kakeknya Abdul Muthallib dan pamannya Abu Thalib," lanjutnya lagi sambil membantu mempersiapkan beberapa ember yang berisi beberapa bahan pokok untuk acara pembacaan Barjanzi yang merupakan hari terakhir nanti malam.

Sebagai penutup, penulis ingin berbagi sebuah hadits dari Anas ra tentang mencintai Rasulullah SAW.
"Kapan tibanya hari kiamat wahai Rasul?" Rasul menjawab,"Apakah yang telah engkau persiapkan untuknya?" Orang itu balas menjawab,"Aku tidak banyak mempersiapkan shalat, zakat, puasa dan sedekah untuk itu. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya". Rasul kemudian menjawab, "Kamu bersama yang kamu cintai."

Salam Kompasiana,
Wefi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun