Di Indonesia September adalah "Bulan Gemar Membaca" dan 14 September adalah "Hari Kunjungan ke Perpustakaan". Itu ditetapkan sejak tahun 1995. Tujuannya tidak lain adalah mendorong peningkatan kesadaran manusia Indonesia untuk membaca, khususnya membaca buku.
Bicara tentang buku, rasanya semakin hari semakin banyak di antara kita yang menjadikan buku sebagai bagian dari gaya hidup.
Membaca buku semakin disukai layaknya hobi, kebutuhan, dan hiburan. Ini memberi harapan akan membaiknya minat masyarakat Indonesia terhadap buku.
Beberapa hal di bawah ini bisa dipertimbangan sebagai kiat untuk menunjang hobi membaca dan menambah koleksi buku bacaan kita.
Menabung
Cara yang mungkin paling murah dan mudah untuk mendapat buku bacaan adalah meminjam kepada teman yang sama-sama hobi membaca atau mengunjungi perpustakaan.
Namun, para pecinta buku pasti akan lebih senang dan puas jika membeli buku sendiri. Selain bisa leluasa membacanya kapan saja, dengan membeli buku koleksi bacaan kita juga akan bertambah. Siapa tahu kelak bisa menciptakan perpustakaan sendiri yang diwariskan.
Itulah yang saya lakukan. Dalam tiga tahun terakhir di mana gairah membaca saya meningkat, setiap tahun rata-rata saya membeli dan membaca 40-50 judul buku.
Untuk itu saya memulainya dengan menabung. Demi menyiapkan anggaran khusus untuk membeli buku, kadang saya harus rela mencoret atau mengurangi kebutuhan gaya hidup lainnya agar bisa membeli buku.
Pahami Minat dan Kebutuhan
Sebesar apapun hobi dan gairah membaca kita, sekalipun memiliki cukup uang, sebaiknya tetap mengontrol perilaku belanja buku.
Tidak sedikit orang yang gampang tergoda oleh etalase di toko buku, kemudian membeli banyak buku tapi hanya sebagian yang benar-benar dibaca dan disukai.
Oleh karena itu, bersikaplah bijak dalam membeli buku. Buat prioritas judul-judul yang perlu dimiliki segera. Memang tidak salah membeli banyak buku sekaligus sebagai stok bacaan. Tapi urutkan berdasarkan kebutuhan dan prioritaskan sesuai dengan minat. Tidak perlu terpengaruh untuk selalu membeli buku dari penulis terkenal atau buku best seller. Buku-buku itu belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita.
Manfaatkan Promo, Preorder, Diskon, dan Pameran
Harga buku memang cenderung mahal. Tapi disadari atau tidak penerbit dan toko buku saat ini sering memberikan penawaran-penawaran khusus untuk menarik minat orang membeli buku. Biasanya dengan menggelar promo, preorder, dan diskon.
Manfaatkanlah penawaran-penawaran tersebut untuk mendapatkan buku-buku bagus dengan harga lebih murah.
Meski untuk itu kita seringkali harus berlomba dengan waktu atau bersabar dalam antrean panjang, tapi kesempatan mendapatkan buku-buku murah jelas tidak boleh dilewatkan oleh para pecinta buku. Tidak sedikit buku bacaan saya didapatkan dari hasil berburu di pameran dan festival buku.
Beli Secara Daring
Berbelanja buku dengan datang langsung ke toko buku selalu menghadirkan kepuasan dan keasyikan tersendiri. Hingga saat ini saya pun masih senang menyusuri rak-rak di toko buku.
Tapi membeli melalui marketplace atau memesannya langsung dari website penerbit dan toko buku daring juga pilihan yang baik dan mudah.
Sekitar 60% buku bacaan saya dalam dua tahun belakangan diperoleh secara daring karena cenderung lebih hemat, baik hemat tenaga, waktu, maupun uang.
Apalagi di marketplace ada banyak penjual yang bisa langsung dibandingkan.
Syaratnya pilihlah penjual secara teliti dengan mempertimbangkan sejumlah hal. Antara lain kredibilitas penjual berdasarkan ulasan pembeli sebelumnya, harga yang ditawarkan, dan pastikan bahwa buku yang dijual adalah asli/original.
Selain itu, manfaatkan penawaran cashback atau point reward yang nilainya bisa "ditabung" untuk membeli buku lain berikutnya.
Ikuti Medsos Penerbit dan Toko Buku
Media sosial, terutama twitter dan instagram kini menjadi etalase bagi banyak penerbit dan penjual/toko buku untuk memajang buku-bukunya. Jadwal terbit buku baru, judul-judul unggulan, ulasan singkat, hingga penawaran-penawaran menarik biasanya diumumkan melalui media sosial sejak jauh-jauh hari.
Semua informasi tersebut bisa membantu kita dalam menimbang keputusan membeli buku.
Satu hal lagi, jika beruntung kita bisa mendapat buku secara cuma-cuma dengan mengikuti aktivitas media sosial seperti kuis yang diadakan oleh penerbit, toko buku, atau bahkan penulis. Beberapa koleksi buku bacaan saya juga didapatkan dari "berkah" semacam itu.
Jadi, tidak ada ruginya mengikuti akun media sosial penerbit dan toko buku langganan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H