Beruntung, kesempatan hidup masih datang. Waktunya membayar "utang" setelah sebelumnya waktu habis hanya untuk bekerja. Yoon yang dimunculkan karakternya mewakili para pekerja (terlalu) keras di dunia nyata, akhirnya menemukan kembali tujuan hidupnya, waktu dalam hidupnya, yang bukan semata untuk bekerja bekerja bekerja tapi membaginya merasakan kebahagiaan dengan orang-orang di dekatnya, dengan Jee, dengan Imm yang tak tersampaikan perasaannya, teman-teman, dan ibunya.
Untuk apa hidup? Jawabannya kembali kepada diri kita masing-masing, dan menurut saya, pertanyaan inilah yang diajukan sang sutradara jenius dalam film Heart Attack, lewat kisah Yoon.
Pesan bermakna dari sebuah film Thailand, yang juga menyiratkan banyak pesan lainnya sejak awal masuk bioskop menonton film ini. Saya akhirnya memiliki perspektif lain dari film Thailand yang sebelumnya tak ingin saya tonton lantaran saya terlalu cinta film Indonesia (mendukungnya dengan memilih film Indonesia di bioskop). Ternyata film Korea, Thailand, juga punya karakter khas yang layak menjadi pilihan mencari hiburan bagi para penikmat film. Catatan saya untuk film Thailand lewat Heart Attack adalah, durasi yang terlalu panjang dan adegan yang terkadang membosankan. Namun ada catatan lainnya yang bikin saya iri, sebelum film diputar, begitu banyak tayangan tentang wisata Thailand yang dipromosikan pemerintahnya melalui tayangan iklan yang memanjakan mata dan membuat pikiran melayang untuk ingin mencicipi liburan di Thailand. Bentuk promosi jitu, yang rasanya kurang digarap baik pemerintah Indonesia lewat film karya anak bangsa.
Terima kasih Babeh Helmi yang mengundang Komik untuk nobar Heart Attack. Saya dan rekan kerja jadi punya kosakata baru, kata kerja, yang kerap kami pakai kalau salah satu dari kami terlalu fokus bekerja sampai lupa istirahat, "Awas, jangan sampai Heart Attack!" kata kami saling mengingatkan. Bukan serangan jantung tapi lebih mengingatkan jangan sampai seperti Yoon!
Selamat menonton!
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H