Meski bukan segala-galanya, centang biru dari Kompasiana cukup berarti. Seperti kata Bu Yana Haudy (www.kompasiana.com/yana65241), inspirasi sejati justru datang dari mereka yang centang hijau. Artinya, perbedaan warna tidak lantas menempatkan yang satu lebih tinggi dibanding yang lain.
Kompasiana: Kukira Tempat Bercerita, Tenyata Pembebas Jiwa
Tak seperti orang kebanyakan, yang menggemari cara praktis membuat story atau mengisi beranda berdasarkan apa yang dipikirkan, aku memilih beropini di Kompasiana. Mungkin tak banyak berguna, semoga memberi sedikit makna.
Seperti kukatakan sebelumnya, aktivitas menimbun ide adalah usaha "bunuh diri". Banyak orang sepakat, salah satu metode untuk membebaskan jiwa adalah membuat konten di Youtube, Tiktok atau Instagram. Sebagian lagi dengan makan enak, yang banyak. Ada juga yang hanya berdiam diri, tidak melakukan hal lain selain bernafas dengan mata terpejam. Tak apa, semua punya caranya sendiri.
Sebagian kecil manusia, menulis menjadi tempat untuk bercerita. Bagiku, lebih jauh dari bercerita, menulis menjadi cara untuk membebaskan jiwa. Bebas dari belenggu belantara kata dan makna yang tak berujung. Di dalam pembebasan itu, aku meninggalkan jejak.
Selamat ulang tahun yang ke-13 Kompasiana! Terus bergerak menyebarkan #OpiniBermakna
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H