Mohon tunggu...
Rmr Wangsa
Rmr Wangsa Mohon Tunggu... Karyawan -

Ia sekata

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Kiblat dari Kota Paris

23 November 2016   02:24 Diperbarui: 23 November 2016   03:34 280
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menara Eiffel': pixabay.com

Pergantian tahun sebentar lagi tiba. Di tahun 2017 yang akan datang, apakah Anda memiliki keinginan berlibur mengunjungi tempat-tempat tertentu untuk rekreasi, pengembangan diri, mempelajari keunikan daerah atau merencanakan pernikahan di tahun yang baru dengan menikmati bulan madu di kota yang indah dan romantis? Dalam merencanakan liburan, menentukan destinasi wisata adalah hal yang harus dilakukan.

Paris salah satu pilihan wisata bagi masyarakat modern untuk mengisi hari libur atau merayakan bulan madu. Paris merupakan kota dengan bangunan-bangunan bersejarah, kereta bawah tanah peninggalan masa silam, perahu-perahu yang dapat menemani perjalanan wisatawan di atas aliran air sungai yang mengalir tenang sebagai jalanan kota serta tersedia hidangan-hidangan kuliner khas negeri Perancis.

Paris memiliki perbedaan arah mata angin dengan Indonesia yang juga menyebabkan perbedaan arah kakbah. Liburan ke kota Paris yang berbeda arah mata angin tersebut, membutuhkan pengetahuan dan alat-alat pendukung dalam perjalanan wisatawan sehingga perjalanan menjadi praktis, mudah, nyaman, aman serta bagi umat muslim tetap dapat menjalankan ibadahnya di saat sedang menikmati liburan. Berikut alat-alat teknologi pendukung serta hal-hal yang perlu diketahui untuk traveling ke kota Paris:

1. Persiapan Agenda Liburan

Liburan ke kota Paris membutuhkan kesiapan dan anggaran dana agar tidak mengganggu anggaran dana dari rencana lain. Untuk mempersiapkan anggaran dana, calon wisatawan memerlukan pengelolaan jadwal liburan seperti memilih, menyesuaikan dan menentukan agen perjalanan wisata, tiket pesawat, akomodasi penginapan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama liburan di Paris.

Memilih dan menentukan agen perjalanan yang menyediakan pemandu tur, asuransi perjalanan wisata dan jasa pengurusan visa merupakan salah satu cara yang praktis serta mudah dilakukan. Saat ini, banyak aplikasi dari agen-agen perjalanan yang dapat dipasang pada smartphone yaitu aplikasi yang menawarkan paket-paket perjalanan wisata ke berbagai negara termasuk negara yang ada di benua Eropa sehingga mempermudah calon wisatawan untuk memperoleh informasi mengenai jadwal dan biaya yang ditawarkan dari agen-agen perjalanan.

Bagi masyarakat yang merencanakan liburan tanpa mengikuti tur dari agen perjalanan wisata, masyarakat dapat mencari agen tiket pesawat terbaik di kota Anda, referensi tempat-tempat penginapan dan tempat-tempat yang akan dikunjungi di Paris dengan menggunakan smartphone sehingga Anda dapat menyesuaikan bujet dari harga tiket penerbangan serta jadwal yang sesuai dengan waktu libur. Menyimpan peta Paris secara offline akan sangat membantu wisatawan untuk menghindari kesalahan arah perjalanan di kota Paris pada saat jaringan internet tidak tersedia.

Setelah mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan, Anda dapat menyusun agenda wisata dari aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan di kota Paris. Agenda wisata dapat dimulai dari keberangkatan di pesawat hingga kepulangan ke Indonesia sehingga Anda tetap dapat menjalankan ibadah selama perjalanan wisata serta menghindari biaya konsumsi berlebih. Agenda wisata yang telah disusun dapat disimpan pada smartphone dengan mengaktifkan alarm sebagai pengingat dari aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.

2. Aktivitas-aktivitas Wisata di Kota Paris

Aktivitas perjalanan wisata dimulai selama berada di dalam pesawat menuju ke kota Paris yang kurang lebih 16 jam menggunakan pesawat dari maskapai penerbangan tertentu. Perjalanan dapat lebih lama, tergantung dari jumlah transit dan panjang waktu transit dari maskapai penerbangan yang Anda pilih. Untuk mengisi waktu di perjalanan yang panjang sehingga liburan Anda jadi lebih berkesan, Anda dapat melakukan beberapa aktivitas yang tidak biasa dilakukan pada keseharian.

Aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di pesawat seperti beribadah dalam pesawat, menulis dengan menggunakan laptop atau tablet pada offlinemode, membaca majalah atau buku yang disediakan maskapai penerbangan, menikmati cemilan khas pesawat, mengambil foto atau video memakai kamera digital dengan pemandangan angkasa sehingga terlihat lebih berwarna dan eksotis, mendengarkan musik dengan headphone yang memiliki kualitas suara yang jelas dalam pesawat atau mengistirahatkan tubuh dengan tidur di kursi pesawat.

Aktivitas ibadah umat muslim selama berada di pesawat, dapat dilakukan sambil duduk dan dapat juga menjamak salat. Jika mampu menghadap kiblat dan berdiri, maka salat wajib menghadap kiblat dan berdiri. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat dan berdiri dikarenakan tempat sempit dalam pesawat, maka ibadah dapat dilakukan searah duduk pada kursi pesawat. Jika perbedaan waktu antara Indonesia dengan negara tertentu yang dilalui rute pesawat menyebabkan waktu yang pendek antara salat dzuhur dan ashar, maka salat dapat dilakukan dengan salat jamak dan qashar.

Setiba di Bandara Internasional Paris-CharlesdeGaulle, bagi yang hendak melaksanakan ibadah, dapat melaksanakan pada ruangan yang tersedia di area bandara, yaitu ruang dengan nama PrayerAreas atau MeditationArea. Untuk menemukan kiblat, wisatawan dapat menggunakan smartphone yang memiliki sensor magnet dan aplikasi serupa kompas. Beberapa aplikasi serupa kompas tidak memerlukan akses internet sehingga wisatawan dapat leluasa menggunakan aplikasi tersebut.

Dari bandar udara, wisatawan dapat menuju ke Menara Eiffel yang berada di barat daya bandara dengan menggunakan taksi, bus atau kereta bawah tanah yang dalam bahasa Perancis disebut Metro de Paris. Menara Eiffel memiliki ketinggian 324 meter, dirancang oleh Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta dibangun oleh Gustave Eiffel. Pembangunan menara dimulai pada tahun 1887 dan selesai dibangun pada tahun 1889 di Champs de Mars. Menara tersebut difungsikan sebagai objek wisata sekaligus pemancar sinyal dari stasiun televisi dan radio.

Di Menara Eiffel, terdapat restoran yang menyajikan makanan khas kota Paris. Di utara dan barat, terdapat kapal-kapal yang mengarungi aliran Sungai Seine. Sore hari, sekitar pukul 22.00, Menara Eiffel dihiasi puluhan ribu lampu yang menyala terang pada seluruh sisi menara. Wisatawan dapat mengabadikan momen bersama pasangan di bawah maupun di dalam menara menggunakan kamera digital. Wisatawan juga dapat berbelanja di area sekitar menara, dimana pada area menara terdapat suvenir-suvenir ikon kota Paris yang diperdagangkan.

Tempat lain yang dapat dikunjungi yaitu PalaisGarnier atau Opera Paris. Opera Paris yang terletak di timur laut Menara Eiffel. Opera Paris merupakan bangunan besar yang dibangun oleh Charles Garnier tahun 1861 dan difungsikan sebagai gedung pertunjukkan opera yang dapat menampung 2000 pengunjung opera. Opera Paris berada di BoulevarddesCapucines. Struktur bangunan banyak menggunakan marmer dengan luas kurang lebih 1 hektar.

Grande Mosquee de Paris atau Masjid Raya Paris yang berada di selatan Opera Paris merupakan masjid terbesar yang ada di kota Paris dengan luas sekitar 1 hektar. Masjid yang dibangun sekitar tahun 1920 ini merupakan bentuk penghargaan dari negara Perancis terhadap umat muslim atas dukungannya pada Perang Dunia Pertama. Masjid Raya Paris menghadap ke tenggara, hal ini dikarenakan arah Kakbah dari kota Paris mengarah ke tenggara.

Tidak jauh dari Masjid Raya Paris terdapat NotreDameCathedral yang merupakan katedral terbesar di kota Paris. Katedral berada di utara Masjid Raya Paris yang terletak di salah satu pulau yang ada di Sungai Seine. Desain interior gotik, memberikan nuansa tersendiri bagi pasangan atau wisatawan untuk mengabadikan momen dengan menggunakan kamera atau smartphone.

3. Persiapan Pulang

Menghitung jumlah dari harga barang bawaan merupakan hal yang penting dilakukan mengingat ada batas dari harga barang yang dibawa yang dapat dikenakan pajak. Selain itu, kargo dari maskapai penerbangan juga membatasi jumlah barang bawaan di pesawat. Jumlah unit barang bawaan juga termasuk unsur pajak. Jika melebihi unit dari barang bawaan, maka barang kelebihan tersebut dapat dikenakan pajak. Setelah menghitung barang bawaan, lakukan paking dengan rapi agar barang-barang Anda tidak mengalami kerusakan. Sebelum pulang, berdoa untuk kesalamatan Anda dalam menempuh perjalanan pulang dari Paris ke Indonesia.

Dari kisah romantis negeri Perancis
Kilau sungai Seine yang ada di Paris
Dalam hikayat cinta sang gadis
Sembari menikmati menu hidangan yang manis
Pada pesta warga yang tak ‘kan habis

Note : share

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=162561994213615&id=100013794462784

https://mobile.twitter.com/Wangsawasita

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun