Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis - Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Puisi

[HUT RTC] Rindu Niki dan Nata

23 Maret 2016   11:39 Diperbarui: 23 Maret 2016   13:34 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nata:

mengapa jika cinta tak selalu berbalas?

aku mencemaskan dirimu yang ragu akan senyumanku,
rindu ini hanya untukmu,

 

saat kau tertawa dengannya, hati terasa tersayat sembilu,
tangan bagai bertepuk pada ruang kosong,
aku cemburu, hanya cemburu,
sebab cintaku lebih besar darinya,
tak tahukah kamu?

 

kita, cuma teman?
tapi aku menganggapnya lebih, lalu cintaku bertepuk sebelah tangan,
aku hanya berpura-pura saja bilang, “hei, kita tak ada cinta kan?” agar kamu menolehku, 
maaf, jika dalam hatiku mengatakannya: tapi aku cinta!

***

 

Wish:

akan ada rindu dan cinta,
akan ada Niki dan Nata,
hanya waktu yang bisa membuktikan,
cinta ada di antara mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun