Keterampilan manajemen waktu melibatkan kemampuan untuk mengelola waktu secara efektif untuk meningkatkan produktivitas. Ini mencakup perencanaan, prioritas, delegasi, dan pengelolaan gangguan.
Teori yang Tepat adalah Teori Manajemen Waktu oleh Stephen Covey, dalam bukunya "The 7 Habits of Highly Effective People," menekankan pentingnya manajer untuk mengidentifikasi tugas yang penting tetapi tidak mendesak, dan memprioritaskannya untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Contohnya adalah seorang manajer proyek yang mampu menyusun jadwal kerja yang efektif, mengatur prioritas tugas-tugas, dan memastikan bahwa setiap anggota tim menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Ia juga menghindari penundaan dan mengelola gangguan dengan baik.
Keterampilan Negosiasi (Negotiation Skills)
Keterampilan negosiasi adalah kemampuan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dalam situasi konflik atau perbedaan pendapat. Ini mencakup kemampuan untuk memahami kebutuhan pihak lain, berkomunikasi secara efektif, dan mencapai kompromi.
Teori yang Tepat adalah Teori Negosiasi Integratif oleh Roger Fisher dan William Ury, dalam bukunya "Getting to Yes," menekankan pentingnya mencari win-win solutions dalam negosiasi, di mana kedua belah pihak merasa mendapatkan keuntungan.
Contohnya adalah seorang manajer penjualan yang negosiasi kontrak dengan klien. Ia memahami kebutuhan klien, menawarkan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan mencapai kesepakatan yang memuaskan tanpa mengorbankan margin keuntungan perusahaan.
Keterampilan Manajemen Proyek (Project Management Skills)
Keterampilan manajemen proyek mencakup kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan proyek dalam batasan waktu, anggaran, dan kualitas yang ditetapkan.
Teori yang Tepat adalah Project Management Body of Knowledge (PMBOK) dari Project Management Institute (PMI) yang memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk manajemen proyek, termasuk pengetahuan tentang proses, alat, dan teknik yang diperlukan untuk mengelola proyek secara efektif.
Contohnya adalah seorang manajer proyek konstruksi yang merencanakan dan mengkoordinasikan semua aspek proyek pembangunan gedung, mulai dari perencanaan hingga memastikan proyek selesai sesuai jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan.