Mohon tunggu...
Vinsens Al Hayon
Vinsens Al Hayon Mohon Tunggu... Guru - Penyuluh-Guru

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bermazmur 8 Sambut Paus Fransiskus

5 September 2024   10:19 Diperbarui: 5 September 2024   22:24 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemudian Daud menyatakan kekagumanya akan "Opus Magna Allah" - khususnya Karya Ciptaan Allah, dengan seruan, "Apakah aku ini, sehingga engkau mengindahkannya". Daud, dihadapan kemuliaan Allah, hanya mensejajarkan diri dengan benda-benda alam lain yang hanya ada karena Tuhan meng-ada-kannya.

Menurut Daud, "Kejadianku dan segala anugerah Allah bagiku, adalah anugerah yang harus dihormati dan segala perbedaan ada di alam ini harus dirayakan. "Ya Tuhan, Tuhan kami betap mulia namamu di seluruh bumi!"

Ungkapan kekaguman Daud atas anugerah Tuhan ini mengajak kita semua, siapapun kita untuk menghormati anaugerah Allah bagi negara kita Indonesia. Satu di antaranya adalah "menerima perbedaan sebagai anugerah Allah dan ditugaskan untuk menjaga harmoni. Dari keberagaman damai harus dicpitakan, kerukunan hidup harus dibangun dan cinta kasih harus  menyuburkan toleransi."  

Kalau Daut lewat melihat segala ciptaan dia merasakan kehadiran Tuhan, maka tentu kita juga lewat mengalami berbagai pengalaman perbedaan kita diarahakan oleh daya ilahiah untuk melihat kuasa dan kebesaran Tuhan dalam perjalanan hidup berbangsa dan bernegara kita, dan hal yang paling muda mengagumi Tuhan adalah melihat hasil ciptaan dan seluruh anugerah Allah bagi bangsa dan Negara kita.

Daud dalam Kisah Mazmur 8, telah sampai ke level spiritual yang luar biasa, spiritualitasnya tidak tentang doa, tidak tentang ibadah, tetapi tentang dia ke luar rumah dan menyaksikan angin sepoi-sepoi menggerakan dedaunan, menengok bintang-bintang dan bulan di malam hari, melihat kemegahan alam siang dan cakrawala yang  terbentang luas kalasenja menyapa bibir pantai nun jauh di sana, lalu mengatakan pada dirinya, "Apakah manusia sehingga engkau mengingatnya?"

Daud telah mengajarkan kita untuk mengagumi Tuhan pada hal-hal biasa yang kita alami, dan yang kita rasakan;  jantung kita yang masih berdetak normal, paru-paru kita masih menyimpan udara dan oksigen yang masih dihirup, pemandanagn alam yang indah yang masih dinikmati mata, telinga kita yang masih mendengarkan jeritan dan tangisan, mengalami kasih dan berkah Allah selama hidup, ada dan beraktivitas kita di tanah air Indonesia.

Satu yang penting untuk bangsa kita adalah mensyukuri perbedaan dan menghargainya dengan bersedia hidup damai dan terus memupuknya dengan sikap hidup yang toleran, menghormati dan menghargai perbedaaan sebagai anugerah dan melihat dan menjamah sesma sebagai saudara dalam Tuhan.

Kata Mazmur 8, "Aku dibuat hampir sama seperti Allah dan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat" tidak berarti semuanya tunduk padaku karena Tuhan telah menganugerahkan kepadaku kuasa untuk  menguasai alam semesta, namun sebaliknya kita sepakat untuk mengatakan, bahwa hormat dan kemuliaan itu milik Tuhan, dan betapa muliannya nama Tuhan diseluruh bumi, keagunganNya melampaui langit di nanyikan.

Kehormatan yang diperoleh manusia, dalam hal ini Daud sebagai personafikasi kita Indonesai, karena relasi baik yang dibangun dengan Tuhan. Oleh karena itu hormat dan kemuliaan bagi diri kita datang dari Allah,Tuhan kita, bukan datang dari manusia.

Mari kita tingkatkan iman untuk dapat kemuliaan, hunjukkan bela rasa untuk tegakkan persaudaraan sejati. Kita adalah sesama, saudara dan  sebangsa  Indonesia. *

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun