Mohon tunggu...
Abdi Galih Firmansyah
Abdi Galih Firmansyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Menebar benih kebaikan, menyemai bunga peradaban, panen kebahagiaan.

Selanjutnya

Tutup

Book Artikel Utama

Mengenal Hemingway Melalui Novel Lelaki Tua dan Laut

27 Desember 2023   18:09 Diperbarui: 29 Desember 2023   19:54 433
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel Lelaki Tua dan Laut. Dokpri

Sang Cucu, Sean Hemingway menuturkan bahwa kakeknya pernah didekati para ilmuwan dari Academy of Natural Sciences of Philadelphia dan the American Museum of Natural History in New York untuk membantu mereka mengumpulkan informasi tentang ikan buruan besar di Teluk Meksiko-klasifikasi, sejarah hidup, pola makan dan migrasi, serta kebiasaan kawinnya.

Ahli biologi ikan Henry Fowler mengakui kontribusi kakeknya dengan memberi nama spesies baru ikan sculpin sesuai namanya, Neomerinthe Hemingway. Salah satu Marlin terbesar yang pernah ditangkap Hemingway yang beratnya mencapai empat ratus kilo pada tahun 1935. (Hemingway,2022)

Pada tahun 1953, Hemingway menerima hadiah Puliter untuk novel The Old Man and the Sea serta di tahun berikutnya dia dianugerahi Nobel Sastra. Ketika mendapat hadiah uang Nobel ia berseloroh dan menulis: "Tidak ada orang yang lebih kesepian daripada penulis ketika dia menulis kecuali untuk bunuh diri. Juga tidak ada orang yang lebih bahagia atau lebih lelah ketika dia telah menulis dengan baik." Akhir hidup Hemingway sangatlah tragis yaitu diduga dengan cara bunuh diri. Tercatat ia sudah lima kali lolos dari jurang kematian kecuali yang keenam. (CNN,2015)

Dalam buku novel Lelaki Tua dan Laut
Dalam buku novel Lelaki Tua dan Laut

Buku Lelaki Tua dan Laut

Buku terjemahan novel karya Hemingway yang diterjemahkan oleh Nadya Andwiani, The Old Man and the Sea ini bercerita tentang perjalanan melaut seorang nelayan tua secara sendirian demi mendapatkan kemenangan terakhirnya yaitu menangkap seekor Marlin. Tata letak dalam buku ini tidak dibuat bab per-bab melainkan langsung menjadi satu tulisan utuh dari judul sampai akhir sebanyak 105 halaman.

Sosok tokoh utama yaitu lelaki paruh baya yang bernama Santiago digambarkan memiliki jiwa yang sangat maskulin. Ia telah melaut selama beberapa bulan dan tak kunjung mendapat ikan. Nelayan lain pun mengejeknya akan tetapi ia tetap tegar karena ia didampingi oleh kawan melautnya yang sangat setia yakni Si Bocah. Ia begitu dekat dengan Santiago.

Segala perlengkapan melaut selalu disiapkannya sebelum Santiago berangkat. Pada bagian awal diceritakan bahwa Si Bocah ingin ikut Santiago melaut akan tetapi ia tak membolehkannya karena ia ingin membuktikan bahwa ia akan mencapai kemenangan terakhirnya secara sendirian yakni menangkap Marlin raksasa.

Di tengah perjalanan memancingnya ia berhasil mengail Marlin raksasa namun usahanya tidak berjalan mulus. Ia menarik ikan tersebut tidak hanya berjam-jam bahkan berhari-hari. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah memakai gagang pancing, sementara Santiago tidak, ia hanya memakai benang saja dan menarik dengan telapak tangan kosong seekor Marlin raksasa dengan berat enam ratus delapan puluh kilo. Bayangkan betapa sakitnya menahan dan menarik beban seberat itu. Hingga Marlin itu mendekat barulah ia menikamkan harpun tepat di kepalanya. Dan Marlin pun akhirnya tertangkap dan diikat di atas perahu yang lebih kecil darinya.

Rupanya perjuangan tak berhenti sampai situ. Darah yang keluar dari kepala Marlin tercium oleh seekor Hiu. Santiago yang mengetahui kedatangan Hiu langsung menyiapkan tongkat dan mengikat pisau diujung tongkatnya sehingga dia mendekat dan tongkat itu melesat cepat di kepala Hiu yang membuat ikan itu terkelepar ke dalam dasar lautan.

Namun ia harus rela Marlinnya tercabik sebanyak dua puluh kilo. Tak berhenti sampai situ, kawanan Hiu Sekop sebanyak tiga ekor menyerangnya kembali. Dengan cara yang sama ia berhasil menumpas ketiga ekor Hiu tersebut namun ia harus lebih merelakan karena yang tersisa hanyalah kepala dan ekor Marlin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun