Jurnalisme di masa mendatang telah mengalami banyak perubahan. Berikut beberapa hal terkait jurnalisme di masa depan.
- Web yang aktual
Konten jurnalisme kini bukan lagi tentang 'apa yang telah terjadi', namun 'apa yang sedang terjadi'. Apapun yang tengah terjadi dapat segera dilihat melalui web (realtime web). Oleh karena itu, faktor kecepatan menjadi hal yang sangat penting. Twitter merupakan salah satu media sosial yang populer.Â
Dahulu Twitter hanya identik dengan teks, kini sudah tersedia fitur live streaming. Di tahun 2007 ada Bambuser, aplikasi berbayar untuk live streaming. Kini fitur live streaming tersedia hampir di semua platform digital. Beberapa media memanfaatkan fitur tersebut dalam pemberitaannya agar tetap aktual.
- Big data
Menurut buku Teori dan Pengenalan Konsep Dasar Big Data, big data merupakan data yang sangat besar yang dikumpulkan, disimpan, diolah, dianalisa agar menghasilkan informasi yang bermanfaat dan digunakan sebagai bahan untuk menentukan keputusan atau kebijakan.Â
Big data dapat terkait ruang (geo), interaksi manusia (social graph), perilaku berinternet dan lainnya. Augmented reality (AR) juga termasuk ke dalam big data. AR berfungsi membuat aktivitas yang semu jadi lebih real. AR mengurangi gap antara realitas yang ditampilkan media dan realitas yang dialami pengguna.
- Perangkat cerdas
Perangkat cerdas (intelligent devices) diciptakan untuk mempermudah beberapa pekerjaan penggunanya. Kini terdapat berbagai kegiatan yang dilaksanakan menggunakan frekuensi. Google Assistant merupakan salah satu contoh perangkat cerdas berbasis suara.
- Verifikasi dan agregasi
Jurnalisme online memungkinkan adanya pengarsipan. Segala sesuatu yang sudah tercatat secara online kemudian bisa dijadikan draft melalui proses verifikasi dan agregasi.
- Node journalism
Dalam aktivitas jurnalisme kini terdapat aktivitas menandai (tagging) dan menautkan (linking) pada sumber informasi. Sisi produksi berita juga mengalami perubahan. Dari proses produksi yang linier, kini menjadi tercampur.