Sedangkan tipe transplantasi akan disesuaikan atas fase ataupun tingkat suatu penyakit, jenis penyakit yang diderita karena ada beberapa penyakit khusus yang hanya bisa menggunakan donor allogenik, kesehatan keseluruhan  pasien, penyakit atau factor resiko kesehatan pasien sendiri, dan ada beberapa faktor lainnya lagi.
Namun tentu saja ada perbedaan antara transplantasi autologus dan allogenik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pada transplantasi autologus (dari diri sendiri dan untuk diri sendiri) telah banyak ilakukan dalam terapi karena memiliki kelebihan proses penolakakn minimal pada tubuh. Tetapi karena jumlah yang terbatas, banyak peneliti yang beralih pada penelitian sel punca yang bersifat allogenik (berasal dari individu yang bebeda). Namun pada proses terapi allogenik diperlukan adanya  pemeriksaan Human Leucocyte Antigen (HLA) untuk meminimalkan terjadinya penolakan pada resipien.
Apa itu HLA? HLA merupakan singkatan dari Human Leucocyte Antigen merupakan suatu protein atau penanda yang ditemukan pada sebagian besar sel pada tubuh manusia, yang bertanggung jawab pada pengaturan sistem imun tubuh, dan biasanya digunakan untuk proses pencocokan antara donor dan resipien (penerima donor) pada proses transplantasi sel puncaÂ
Dari pembahasan diatas, dapat ditarik benang merahnya bahwa sel  punca merupakan sel primitif yang dapat berdiferensiasi menjadi sel dengan bentuk lain yang dapat melaksanakan fungsi khusus lain serta mampu memperbaiki jaringan dan organ yang rusak. Sel punca juga tidak hanya diketahui dapat memperbaiki luka bakar, Alzheimer, sroke, dan lain sebagainya, tetapi juga berfungsi untuk meperbaiki kerusakan atau kegagalan pada jantung.
Kerusakan atau keggalan pada jantung sendiri merupakan penyakit yang serius, dikarenakan apabila terjadinya kegagalan aau kerusakan pada jantung maka jantung tidak akan bisa memompa oksigen an  zat-zat makanan dalam jumlah yang seharusnya. Sel punca dewasa merupakan sel punca yang mampu memperbaiki kerusakan atau kegagalan pada jantung.Sel punca sendiri berasal dari berbagai sumber. Yang berasal dari diri kita sendiri disebut autologus dan yang berasal dari individu lain disebut allogenik, tentunya masing-masing sumber  memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan metode yang paling sering dipakai adalah transplantasi autologus yang berasal dari diri sendiri dan untuk diri sendiri  karena meminimalisir terjadinya penolakan.
Sekian artikel saya mengenai sel punca, khususnya sel punca untuk memperbaiki kegagalan atau kerusakan pada jantung. Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan bagi para pembaca. Sekian dan terimakasih atas waktunya.
DAFTAR PUSAKA:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_punca
http://abuortega.blogspot.co.id/
http://nasional.kompas.com/read/2008/04/25/01200684/reparasi.jantung.dengan.sel.punca
http://medikanews.com/terapi-stem-cell-dan-keberadaannya-di-indonesia/