Mohon tunggu...
Syahnanto Noerdin
Syahnanto Noerdin Mohon Tunggu... Jurnalis - Pekerja Media Televisi yang suka jalan-jalan

Nothing special just journalist

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Ayo Vaksinasi Covid-19 agar Siap Menerapkan Herd Immunity

1 Maret 2021   12:13 Diperbarui: 2 Maret 2021   12:42 547
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana Vaksin Awak Media Hall A Basket Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat/dokpri

Setelah memulai vaksinasi tahap pertama dengan sasaran petugas kesehatan, aparat keamanan, tenaga pengajar baik guru dan dosen, kini pemerintah menargetkan lansia dan petugas pelayanan publik dalam sasaran penerima vaksinasi tahap kedua.

Para awak media yang masuk ke dalam penerima vaksin covid-19 tahap kedua bersama petugas pelayanan publik lain tentunya mendapatkan sambutan antusias dari kami sebagai pekerja di media. 

Pemberian vaksin tahap pertama ini berlangsung selama tiga hari dari mulai kamis hingga hari Sabtu, 25-27 Februari 2021 di Hall A Basket Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Para pekerja media ini memang mendapat prioritas sebagai penerima vaksin dikarenakan jenis pekerjaan yang termasuk kategori berisiko tinggi tertular Covid-19. Vaksinasi yang diperuntukkan sekitar 5500 awak media ini diharapkan pemerintah bisa melindungi para pekerja media dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Tak hanya itu saja, vaksinasi untuk awak media ini juga dilakukan di beberapa daerah juga seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur dan bali. Ke depannya pemberian vaksin akan dilaksanakan di semua daerah.

Saya pun begitu antusias karena berkesempatan mendapatkan pemberian vaksin yang digelar Dewan Pers, bekerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Proses suntik vaksin/dokpri
Proses suntik vaksin/dokpri

Saya bersama awak media lain yang terjadwal pada sesi vaksinasi hari terakhir di hari Sabtu ini dimulai pada pukul 08.00. Kalau berdasarkan catatan waktu yang dihitung rata-rata peserta vaksinasi menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah, dimulai dari tahapan awal registrasi hingga mendapatkan surat keterangan sudah divaksin.

Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, tahapan-tahapan yang dilalui peserta vaksin yaitu tahap pertama dengan tertib mengantre dan jaga jarak untuk memasuki area pendaftaran. Petugas membagi antrean per 25 orang untuk melakukan pendaftaran. Saat berada di meja pendaftaran ini peserta akan diminta petugas untuk memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk.

Setelah selesai registrasi dan pencocokan KTP, peserta selanjutnya diarahkan untuk mengambil nomor urut antrean. Kemudian peserta akan diminta menuju ruang tempat verifikasi peserta vaksinasi. Di sini terdapat puluhan meja yang dijaga petugas dari Kementerian Kesehatan. Peserta kembali diminta menunjukkan KTP.

Di meja petugas verifikasi, atau meja pertama, peserta diberikan Kartu Verifikasi Peserta Vaksinasi Covid-19. Kartu ini dibawa untuk menuju area vaksinasi. Petugas kembali membagi antrean per lima orang untuk memasuki ruangan tempat tenaga kesehatan yang memberikan vaksin.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya saya dan peserta lain diarahkan ke meja pemeriksaan (skrining). Di sini, saya dan setiap peserta akan dicek tekanan darahnya, suhu tubuh, dan diwawancarai terkait riwayat kesehatan. Petugas juga kembali mencocokkan data diri peserta sesuai KTP.

Saat dilakukan tensi darah, petugas juga akan mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan riwayat kesehatan peserta dan anggota keluarga. Misalnya saja pertanyaan apakah pernah mengidap Covid-19, apakah ada anggota keluarga yang terkena Covid-19, atau apakah pernah berhubungan dengan orang yang terkena Covid-19, serta pertanyaan riwayat penyakit pernapasan (batuk, sesak, napas); alergi; HIV, dan kondisi lainnya.

Apabila kondisi peserta dianggap sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, petugas akan memberikan vaksin melalui suntikan di lengan kiri. Proses ini berjalan kurang lebih sekitar 10 menit.

Sesudah kita mendapatkan penyuntikan vaksin, peserta selanjutnya diarahkan ke meja terakhir untuk menyerahkan kartu Kartu Verifikasi Peserta Vaksinasi Covid-19 ke petugas lain. Di sini peserta kembali mengisi data diri sesuai KTP. Petugas kembali mewawancarai peserta, menanyakan kondisi pasca-vaksinasi: apakah ada keluhan seperti lengan terasa pegal, pusing, mual, sesak, lemas atau demam.

Sebagai catatan bahwasanya peserta tidak bisa langsung meninggalkan lokasi vaksinasi, karena harus menunggu selama 30 menit untuk diobservasi kondisinya pasca-vaksinasi. Setelah 30 menit, petugas di area observasi akan memberikan surat keterangan telah melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Surat ini bisa dibawa peserta ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan yang muncul akibat vaksinasi. Dalam surat tersebut juga tertulis jadwal dan lokasi vaksinasi Covid-19 tahap ke dua yang harus dihadiri peserta. Rencananya, sesi vaksinasi tahap ke dua bagi awak media di DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 12 Maret 2021.

Intinya vaksinasi covid-19 ini sangat mudah prosesnya, aman dan sehat. Ayo bagi semuanya jangan takut untuk vaksin karena dengan kita ikut vaksin akan membentuk dan siap penerapan Herd immunity.

Herd Immunity ini adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya.

Untuk itu penerapan herd immunity tanpa adanya vaksinasi berisiko menimbulkan jatuh banyak korban jiwa karena infeksi yang menyebar tak terkendali.


#AyoVaksin
#VaksinAman
#vaksinsehat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun