Mohon tunggu...
Siti Uswatun Hasanah
Siti Uswatun Hasanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

membaca dan menonton

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

13 November 2024   00:50 Diperbarui: 13 November 2024   02:06 68
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kecintaan atau rasa nasionalisme tentu tahu Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari 5 sila itulah kemudian di buat berbagai macam undang-undang dan peraturan. Semua undang-undang dan peraturan tidak boleh menyalahi pancasila.

Pancasila adalah 5 aturan dasar yang di buat atau di jarang oleh manusia, jadi Pancasila bukan ajaran agama baru atau ajaran aliran kepercayaan baru, akan tetapi inti pancasila tidak menyelisihi ajaran  agama. Inti pancasila adalah untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat Indonesia yang di ridhoi tuhan.

Pancasila lahir setelah bangsa Indonesia di jajah bangsa asing lebih dari tiga setengah abad. Pada saat penjajahan Jepang, bangsa Indonesia mendapat janji akan di beri kemerdekaan. Janji tersebut di berikan oleh jepang tidak lain agar rakyat Indonesia membantu tentara jepang berperang melawan tentara sekutu. Janji ini di ucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. 

Rakyat Indonesia terus mendesak agar di berikan kemerdekaan sehingga pada tanggal 29 April 1945. Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang di tuangkan dalam maklumat Gunseikan ( pembesar tertinggi sipil dari pemerintah militer Jepang di Jawa dan Madura ) Dalam maklumat tersebut sekaligus di muat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas bandan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk  selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat di pertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

Keanggotaan badan ini di lantik pada tanggal 28 mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 mei s/d 1 Juni 1945. Dalam sidang tersebut yang di bicarakan khusus mengenai dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama tersebut dua tokoh membahas dan mengusulkan dasar negara yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

 Tanggal 29 mei 1945 Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai calon dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu :

1. Peri kebangsaan 

2. Peri kemanusiaan 

3. Peri ketuhanan 

4. Peri kerakyatan 

5. Kesejahteraan Rakyat 

Selain secara lisan M.Yamin juga mengajukan usul secara tertulis

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 

2. Persatuan indonesia 

3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat                 kebijaksanaan dalam.                                                     permusyatawatan/perwakilan

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat.                       Indonesia 

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno (Bung Karno)  mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaitu 

1. Nasionalisme (kebangsaan indonesia)

2. Internasionalisme (perikemanusiaan)

3. Mufakat atau Demokrat

4. Kesejahteraan Sosial 

5. Ketuhanan yang Berkebudayaan 

Kelima hal ini oleh bung karno di beri nama Pancasila lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat di keras menjadi trisila yaitu

1. Sosio nalisme 

2. Sosio demokrasi

3. Ketuhanan 

Selanjutnya oleh bung Karno tiga hal tersebut masih bisa di peras lagi menjadi ekasila yaitu gotong royong 

HARI LAHIRNYA PANCASILA ADALAH TANGGAL 1 JUNI 1945

Dari uraian di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia lahir pada tanggal 1 Juni 1945 yang di bidangi oleh Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno. Pancasila di jadikan sebagai dasar negara sekaligus ideologi kebangsaan bagi rakyat Indonesia. Untuk lebih memberikan kefahaman tentang Pancasila maka di terjemahkan ke dalam butir-butir Pancasila sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 

    •Bangsa indonesia menyatakan kepercayaan         dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang.              Maha Esa.

   • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan              Yang Maha Esa adalah masalah yang.                      menyangkut hubungan pribadi manusia                dengan Tuhan Yang Maha Esa.

   • mengembangkan sikap menghormati dan           bekerjasama antara pemeluk agama dengan       penganut kepercayaan yang berbeda-beda           terhadap Tuhan Yang Maha Esa 

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 

   • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan 

   • Berani membela kebenaran dan keadilan 

  • gemar melakukan kegiatan kemanusiaan 

3. Persatuan Indonesia 

   • sanggup dan rela berkorban untuk                           kepentingan negara dan bangsa apabila di           perlukan 

   • memajukan pergaulan demi persatuan dan          kesatuan bangsa 

   • mengembangkan persatuan Indonesia atas         dasar Bhineka Tunggal Ika 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat.               kebijaksanaan dalam permusyatawatan               perwakilan 

   • memberikan kepercayaan kepada wakil-              wakil yang dipercaya untuk melaksanakan          permusyawaratan 

   • musyawarah di lakukan dengan akal sehat           dan sesuai dengan hati nurani yang luhur 

  • di dalam musyawarah di utamakan                          kepentingan bersama di atas kepentingan            pribadi dan golongan 

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat.                         Indonesia 

   • suka menghargai hasil karya orang lain                 yang bermanfaat demi kemajuan dan                      kebersamaan bersama 

   • tidak menggunakan hak milik untuk                       bertentangan dengan atau merugikan                    kepentingan umum 

  •  mengembangkan perbuatan yang luhur                yang mencerminkan sikap dan suasana                  kekeluargaan dan kegotongroyongan 

  • suka memberi pertolongan kepada orang             lain agar dapat berdiri sendiri

MAKNA SIMBOL-SIMBOL PADA BURUNG GARUDA 

1. Jumlah bulu

Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 antara lain:

  ∆ sayap burung Garuda mempunyai 17 bulu 

  ∆ ekor burung Garuda mempunyai 8 bulu 

  ∆ bulu di bawah perisai mempunyai 19 bulu 

  ∆ bulu di leher mempunyai 45 bulu 

2. Lambang perisai 

  Di dada burung Garuda terdapat sebuah                perisai. Dalam perisa tersebut terdapat 5              gambar yang melambangkan pancasila, yaitu:

  ∆ Bintang melambangkan sila ke 1, Ketuhanan       Yang Maha Esa  

  ∆ Rantai baja melambangkan sila ke 2,                       Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 

  ∆ Pohon beringin melambangkan sila ke 3,              Persatuan Indonesia 

  ∆ Kepala banteng melambangkan sila ke 4,             kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat.                 kebijaksanaan dalam permusyawaratan                 perwakilan 

  ∆ padi dan kapas melambangkan sila ke 5,               keadilan Sosial bagi seluruh rakyat                           Indonesia

Garis tebal melintang pada perisai yang terdapat di dada burung Garuda melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia di lalui oleh garis khatulistiwa.

3. Pita pada kaki burung Garuda 

Kaki burung Garuda mencengkram erat sebuah pita yang melengkung keatas dimana terdapat tulisan "Bhineka Tunggal Ika". Bhineka Tunggal Ika merupakan sebuah kalimat yang di ambil dari buku Sutasoma karangan Empu Tantular seorang pujangga besar di zaman kerajaan Majapahit. Bhineka Tunggal Ika mempunyai arti " Berbeda-beda tetapi tetap satu jua" yang maksudnya adalah  bahwa biarpun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, kesenian, bahasa, adat, dan agama tetapi merupakan satu bangsa dengan satu kebudayaan, satu bangsa dan satu negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Burung Garuda Pancasila sebagai lambang negara di tetapkan sebagai lambang negara dalam peraturan pemerintah No. 66 tahun 1951 tanggal 17 Oktober 1951. Sedangkan penggunaan burung Garuda pancasila sebagai lambang negara di atur dalam peraturan pemerintah No. 43 tahun 1958.

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun