Mohon tunggu...
ummi inayah
ummi inayah Mohon Tunggu... Buruh - Milenial Cinta Tanah Air

Menyuarakan pikiran dari sudut pandang milenial

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Teguran Mensos Risma Bentuk Keseriusan dalam Melindungi Rakyat

7 Oktober 2021   22:03 Diperbarui: 8 Oktober 2021   22:53 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Foto : Google.com

Disclaimer: tulisan ini diminta yang bersangkutan untuk dinaikkan di kompasiana saya. Saya bertanggungjawab dan menyatakan bahwa tulisan ini asli dan bukan plagiat

Menanggapi cerita yang sedang ramai di perbincangkan di dunia maya, di mana banyak yang mengatakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegur salah satu koordinator penyalur bantuan sosial di Kabupaten Gorontalo.

Disini saya ingin coba turut meluruskan sudut pandang teman-teman yang mana apabila ada yang merasa sikap ibu risma itu berlebihan. 

Karena menurut sudut pandang saya dan sesuai informasi serta data yang saya cari, di mana kemarahan bu Risma ini terjadi akibat rasa kecewa beliau atas adanya data penerima bantuan yang tidak beres dan mengakibatkan koordinator itu ditegur sedemikian rupa oleh ibu Risma.

Jika ada netizen yang memiliki persepsi yang berbeda atau merasa Mensos Risma marah bukan pada tempatnya, menurut saya itu tidak benar. 

Karena menurut informasi yang saya baca, petugas yang di tegur oleh ibu Risma bukanlah petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) melainkan petugas yang langsung diangkat oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga wajar saja apabila ada kesalahan yang cukup mengecewakan langsung ditunjukan kepada anak-anaknya oleh bu Risma.

Sama seperti yang telah di sampaikan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gorontalo, Husain UI yang menyampaikan bahwa petugas itu bukan dari Dinsos Kabupaten Gorontalo.

Jika kita lebih memahami persoalan yang terjadi, di mana adanya data yang dihapus oleh petugas sedangkan setelah di cross check oleh staf ahli Menteri yang membidangi persoalan bansos, ternyata orangnya ada. 

Menurut saya tentu itu hal yang sangat wajar menjadi penyebab kemarahan ibu Risma. Mengingat data tersebut berpengaruh pada siapa Bantuan Sosial dari Pemerintah itu di salurkan dan diterima.

Kadinsos Husain pun memahami situasinya saat itu, dimana kemarahan ibu risma terhadap anak-anaknya adalah bentuk keseriusannya dalam melindungi masyarakat secara adil.

Jadi, apalagi yang harus kita sesalkan dalam peristiwa tersebut? Apakah salah jika seorang menteri serius dan teliti dalam menyikapi laporan-laporan yang berhubungan dengan data masyarakat? Bukankah yang sepatutnya kita lakukan adalah mengapresiasi beliau karena begitu peduli dengan keadilan yang selalu di tegakkannya?

Coba kalian ingat dan rasakan, sudah seberapa jauh lebih baik dan lebih terkoordinir bansos yang telah di berikan kepada kita semua? Saya yakin banyak dari kita yang sudah menerima hasil dari kerja keras, ketelitian dan inovasi yang dilakukan bu Risma untuk Indonesia.

Saya pribadi sangat mengapresiasi atas apa yang telah diperjuangkan Ibu Risma selama menjabat dalam melindungi kami dengan memberikan bantuan yang tepat pada sasarannya. Saya rasa sudah begitu banyak masyarakat yang terbantu, walaupun masih ada sedikit orang yang mencibir cara kerjanya.

Namun sekali lagi saya hanya turut meluruskan dan mengingatkan, bukahkah seharusnya kita bisa mensyukuri semua kenikmatan yang kita dapat? Terlebih lagi terhadap nikmat memiliki Menteri yang amanah dan sangat merangkul. Mari kita tingkatkan rasa syukur kita, dan lebih mendahulukan mencari informasi kebenarannya selengkap mungkin saat kita akan menilai sikap orang lain.

Disclaimer: tulisan ini diminta yang bersangkutan untuk dinaikkan di kompasiana saya. Saya bertanggungjawab dan menyatakan bahwa tulisan ini asli dan bukan plagiat

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun