Menjenguk sesaat ke dasar sanubari.
Perlahan nampak gelembung kata silih berganti.Â
Kemilau berserak terpantul cahaya surya pagi.
Aku merunduk kuentas satu demi satu.
Sadarkan diri akan prilaku.
Tuk jauhi perangai tak terpuji.
Mulut tajam menyayat.
Mata liar lirik sana sini mengumbar syahwat.
Otak cetdas tuk buat tipu muslihat.
Telinga mendengar namun tuli akan kebenaran.
Raga kuat nan sehat tapi minim kebajikan.
Jangan! janganlah sampai mendapat laknat.Â
Awas! Api neraka sungguhlah dahsyat.
Hidup kita terbatas waktu.
Kapan batas akhirmu?
Hanya Tuhan yang Maha Tahu.
***
Sekedar berbagi renungan pagi.
Salam kompasiana dari kota buaya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI