Mohon tunggu...
ulur nirvana
ulur nirvana Mohon Tunggu... -

Mandiri,sabar dan pantang nyerah dgn kedaan apapun..( Tuhan bersama orang-orang Berani berbuat dri bisikan hati ( nurani ) dan beningnya pikiran )

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Jalang

14 Januari 2012   19:08 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:53 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di Titik nol Kerinduannya semakin jalang

Mengendus mawar trotoar enggan berdendang tembang.

Siluet-siluet hasrat lalu lalang menyayat parang;

Kelabu abu pintu pun meyatu biru benderang.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun