Dampak jangka panjang dari bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku. Pelaku bullying berisiko mengembangkan perilaku antisosial dan masalah hukum di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat, untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bermanfaat bagi generasi muda.
Mengingat banyaknya kasus perundungan yang terjadi, maka perlu adanya strategi pencegahan untuk kasus bullying. Penelitian Purnama dan Nurbayti tahun 2025 menyebutkan bahwa insiden perundungan dapat diatasi dengan beberapa cara, antara lain dengan menerapkan kebijakan anti bullying yang kuat, mengedukasi dan memberikan pendidikan kepada siswa tentang bullying, mendukung siswa dalam pencegahan bullying, dan menyediakan sistem pencegahan pelaporan yang aman.
Strategi Pencegahan
- Pendidikan dan Penyuluhan
Memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua tentang bullying, dampaknya, dan cara mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan melalui seminar, workshop, atau program pendidikan karakter. Prastiti dan Anshori (2022) menemukan bahwa peningkatan kesadaran tentang bullying secara signifikan menurunkan insiden bullying di sekolah.
- Kebijakan Sekolah
Menetapkan peraturan yang jelas dan ringkas mengenai perilaku bullying, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang aman bagi korban atau saksi. Lusiana dan Arifin (2022) menekankan pentingnya kebijakan sekolah yang berpihak pada korban untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung.
- Dukungan Psikologis
Menyediakan layanan konseling bagi korban, pelaku, dan saksi bullying untuk membantu mereka mengatasi masalah psikologis yang mereka hadapi. Menurut Darmayanti dkk. (2023), intervensi berbasis konseling di sekolah terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan depresi pada korban bullying.
Generasi muda adalah aset berharga bagi masa depan bangsa. Dengan mencegah bullying, kita tidak hanya melindungi mereka dari bahaya fisik dan psikologis, tetapi juga memastikan bahwa mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang percaya diri dan produktif serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menjaga masa depan generasi muda berarti memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang bebas dari intimidasi dan kekerasan. Dengan melakukan hal ini, mereka dapat memaksimalkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bullying untuk masa depan yang lebih cerah.
Daftar Pustaka
Safia, E., & Solong, N., P. (2024). berjudul Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Dan Perkembangan Sosial Pada Anak. MULTIPLE Journal of Global and Multidisciplinary, 2(7)
Pramudita, T., Kholifah, R., & Sancaya, S., A. (2024). Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Siswa. Prosiding Senja KKN
Purnama, D., & Nurbayti, F. (2025). Bahaya Bullying pada Remaja dan Cara Mencegahnya, 4(1)
Munawarah, R. R. D. (2022). Dampak Bullying Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus) Di Raudhatul Athfal Mawar Gayo. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak
Prastiti, J., P., & Anshori, I. (2023). Efek Sosial Dan Psikologis Perilaku Bullying Terhadap Korban. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 7(1)