Mohon tunggu...
Ulfa Feby Hanugrah Aini
Ulfa Feby Hanugrah Aini Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hai, Saya Ulfa Feby Hanugrah Aini, mahasiswi aktif dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pembelajaran Berdiferensiasi: Strategi Efektif untuk Menjawab Kebutuhan Individu dalam Kelas Heterogen

30 Juni 2024   10:17 Diperbarui: 30 Juni 2024   10:25 747
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: channel youtube endang eka wulandari

Pembelajaran berdiferensiasi telah menjadi topik hangat dalam dunia pendidikan modern. Siswa datang dari berbagai latar belakang dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini yang menuntut para tenaga pendidik untuk mencari solusi dalam memilih model pembelajaran mana yang mampu mengakomodir perbedaan ini. 

Diantara banyaknya model pembelajaran, tentu model tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Dalam kurikulum saat ini yakni kurikulum merdeka, diperkenalkan asesmen-asesmen yang harus diketahui oleh guru. Salah satu asesmen tersebut adalah asesmen diagnostik.

Dilansir dari ditpsd.kemdikbud.go.id, asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk menilai kompetensi, kekuatan, dan kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Dari hasil asesmen ini, maka guru bisa memilih model mana yang dapat digunakan untuk merancang proses pembelajaran.

Salah satu solusi yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan Model Pembelajaran Berdiferensiasi. Model pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pendagogis yang bertujuan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kemampuan, kondisi, dan minat peserta didik sehingga semua siswa dapat mencapai potensi penuh mereka. 

Dalam penerapannya, pembelajaran dirancang dengan berbagai strategi mulai dari variasi dan penyesuaian konten atau materi, cara pengajaran, dan pengelompokkan yang fleksibel. Cara pengajaran dalam model pembelajaran berdiferensiasi dapat menggunakan tiga cara yaitu pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik yang mana cara ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Mengapa model pembelajaran berdiferensiasi sangat diperlukan? Pembelajaran berdiferensiasi sangat diperlukan diera pendidikan yang modern ini dengan memperhatikan kelas yang terdiri dari siswa yang beragam mulai dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 

Pendekatan yang memperhatikan satu ukuran saja untuk semua siswa tidak lagi sesuai dalam lingkungan belajar yang heterogen ini. Maka dari itu, para pendidik harus membentuk lingkungan belajar yang efektif untuk meningkatkan semangat dan motivasi siswa. 

Motivasi dan keterlibatan siswa ini merupakan aspek penting dalam mendukung proses pembelajaran berdiferensiasi. Apabila materi yang disampaikan sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, hal ini akan membangun rasa percaya diri dan kepuasan mereka, sehingga siswa akan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan membantu membangun personalisasi siswa karena mereka akan merasa dihargai dan lebih antusias dalam mengikuti proses belajar.

Tak hanya sampai disitu, pembelajaran berdiferensiasi memiliki kontribusi besar yang signifikan terhadap peningkatan dan pengembangan prestasi akademik siswa. Siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka apabila penyesuaian metode pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Jadi, guru bisa melihat apabila terdapat siswa yang membutuhkan bantuan tambahan, agar dapat diberikan dukungan yang lebih mendalam. Sebaliknya, siswa yang lebih maju dapat diberikan tantangan sesuai dengan kemampuan mereka. 

Melalui pendekatan ini, diharapkan guru dapat memastikan bahwa tidak ada siswa yang merasa tertinggal atau merasa bosan dan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas mereka masing-masing. Pembelajaran berdiferensiasi ini tidak hanya dapat membantu meningkatkan hasil pencapaian akademik siswa saja, tetapi juga membantu mereka untuk memahami lingkungan belajar yang adil dan komprehensif.

 Setiap siswa diajarkan untuk mengakui dan mengakomodasi perbedaan karakteristik individu dan membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi setiap siswa. 

Dalam hal ini, secara tidak langsung siswa dipersiapkan untuk menghadapi dunia yang semakin heterogen dan dinamis yang mana mengajarkan mereka bahwa kemampuan untuk beradaptasi dan menghargai perbedaan adalah salah dua keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat.

Lalu, bagaimana strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam Model Pembelajaran Berdiferensiasi? Tentu ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru saat menggunakan model pembelajaran berdoferensiasi. Pertama, guru membentuk beberapa kelompok siswa yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. 

Pada strategi ini guru membentuk kelompok yang memiliki gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik sehingga membantu memudahkan guru dalam proses penyampaian materi dengan cara yang lebih efektif. Kedua, guru menyesuaikan konten atau materi pelajaran sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa. 

Guru dapat mempersiapkan materi dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan memberikan bahan tambahan bagi siswa yang lebih maju. Terakhir, guru menilai pembelajaran berdiferensiasi. 

Dalam penilaian ini, guru tidak hanya selalu menilai dalam bentuk ujian tertulis, namun dapat divariasikan dalam bentuk proyek, portofolio, presentasi dan lain sebagainya untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

Berdasarkan diperlukannya model pembelajaran berdiferensiasi tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi sesuai dan efektif ketika digunakan dalam proses pembelajaran diera pendidikan modern. 

Kemampuannya untuk mengakomodir keberagaman siswa dalam kelas yang memperhatikan bahwa setiap siswa berasal dari latar belakang, kebutuhan, kemampuan, minat, dan gaya belajar yang berbeda, sehingga pembelajaran berdiferensiasi mampu memberikan wadah bagi setiap siswa untuk mengembangkan pengetahuan mereka dengan cara yang paling sesuai bagi mereka. 

Dengan mempersiapkan materi dan metode pengajaran yang beragam, model ini memungkinkan siswa belajar secara efektif dan mencapai potensi penuh mereka, baik siswa yang membutuhkan bahan tambahan maupun siswa yang lebih maju. Model ini juga berkontribusi dalam meningkatkan prestasi akademik siswa karena model ini menyesuaikan tugas dan kegiatan dengan tingkat kemampuan siswa sehingga mereka dapat memahami konsep-konsep dasar yang diajarkan. 

Selain itu, model ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa karena jika materi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, mereka akan lebih semangat untuk belajar dan lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Dengan melihat semua kelebihan ini, dapat dijelaskan bahwa Model Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan yang sangat bermanfaat sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi kebutuhan setiap siswa dalam pendidikan yang semakin heterogen ini.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun