Indonesia sedang digemparkan dengan berita seorang pasangan remaja yang mengunggah foto tidak pantas di akun facebook pribadi mereka. Dalam foto ini, terlihat pasangan remaja di atas ranjang dengan hanya memakai selimut yang berlatar tempat seperti di kamar hotel. Foto ini awal mula diunggah di facebook, lalu beredar di social media yang lainnya yaitu bbm dan whatsapp. Banyak pihak yang geram akan perilaku mereka. Bahkan pihak kepolisian sedang menelusuri pemilik akun facebook tersebut.
Perilaku remaja tersebut tidak hanya menggemparkan masyarakat akan tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa remaja itu bisa melakukan hal tersebut? Apa faktor yang menyebabkan peristiwa ini terjadi?
Perilaku tersebut termasuk dalam kategori kenakalan remaja. Dalam berbagai kajian psikologi social yang menyangkut masalah remaja, biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah :
1. Â Â Â Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. Diantara faktor lingkungan yang menyebabkan timbulnya kenakalan remaja adalah sebagai berikut :
a. Â Â Â Keadaan ekonomi
Menurut Nye, Short, dan Olson yang mengadakan penelitian di Amerika Serikat, kenakalan anak-anak atau remaja ada hubungannya dengan masalah taraf sosio-ekonomi keluarga. Status sosio-ekonomi yang rendah dari suatu keluarga lebih banyak mendorong anak-anak dan remaja menjadi nakal.
b. Â Â Â Masa atau daerah peralihan
Daerah atau masa transisi dalam segala bidang, misalnya menyangkut masalah ideology, politik, ekonomi, social dan budaya dapat menjadi sebab pemicu terjadinya kenakalan remaja. Hal ini disebabkan masa atau daerah transisi dapat membawa kepada keguncangan-keguncangan psikologis dari suatu masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja di mana dalam perkembangan kejiwaan masih dalam masa transisi pula.
c. Â Â Â Keretakan hidup keluarga
Akibat keretakan hidup keluarga, anak-anak dan remaja terlibat dalam masalah kenakalan remaja. Gejala-gejala sangat penting dalam keretakan ini bisa karena keluarga itu mengalami disintegrasi, atau karena tekanan-tekanan emosional, kematian atau perceraian, maka anak-anak kehilangan kasih sayang dari orangtuanya, kehilangan rasa aman serta kesempatan-kesempatan lainnya.