Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

tuho.sakti@yahoo.co.uk

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Mustahil Bisa Menabung (Uang) kalau Tidak Punya 5 Hal Ini

13 Juli 2019   18:35 Diperbarui: 13 Juli 2019   19:11 464
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulisan sederhana ini tidak ditujukan kepada mereka yang sudah mapan dalam pekerjaan dan mahir mengelola penghasilan. Tulisan ini ditujukan bagi saya dan Anda yang sedang menikmati sulitnya mencari kerja ideal dan pusing mengatur keuangan.

Referensi tulisan ini juga bukan didasarkan pada kajian buku ekonomi atau literatur keuangan dan sejenisnya. Sumbernya murni berasal dari hasil permenungan di bawah pohon. Dan kalau pun akhirnya mirip dengan yang ada di buku atau literatur, maka tentu saya sangat bersyukur.

Inilah hasil permenungan tersebut, yaitu menurut saya bukan uanglah yang paling utama dibutuhkan untuk bisa menabung. Karena jika begitu pemahamannya, maka lebih baik kita menadahkan tangan saja kepada orang yang berbaik hati agar diberi sedekah, lalu kemudian kita tabung.

Setelah menabung kita bisa menariknya kembali untuk dibelanjakan, dan bila habis atau tersisa tinggal sedikit, kita bisa dengan mudah mengulurkan tangan lagi. Inilah yang paling penting kita "tabung" terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk menabung sebagian dari penghasilan kita.

Pertama, pekerjaan atau sumber penghasilan. Ya ini cukup jelas, tidak mungkin ada uang kalau tidak ada pekerjaan yang menghasilkan. Jadi sebaiknya carilah pekerjaan, di samping menyenangkan, uang juga ada.

Gambar: idntimes.com
Gambar: idntimes.com
Jangan cari pekerjaan yang sekadar untuk menyalurkan hobi atau minat. Tidak masalah buat Anda yang masih lajang dan hidup sedang ditanggung oleh orangtua. Itu pun tidak boleh dipelihara terlalu lama, karena tidak selamanya Anda bergantung pada mereka.

Mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang lumayan bukan hanya demi kepentingan pribadi, melainkan bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan orang-orang tersayang.

Kedua, wajib punya tujuan dalam hidup. Bila kita memiliki uang banyak namun tidak tahu mau mengarahkan ke mana hidup ini, hal itu percuma. Tujuannya misalnya ingin berkeluarga, punya rumah bagus, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bermimpi mendirikan usaha, menjadi konglomerat, mau jadi dermawan buat orang-orang berkekurangan, dan sebagainya.

Ilustrasi: ilovelife.co.id
Ilustrasi: ilovelife.co.id
Tanpa tujuan, jangan harapkan Anda bisa menabung dengan disiplin dan dalam waktu yang lama. Uang yang dihasilkan akan dengan mudah disalurkan untuk hal-hal yang tidak perlu.

Baca: Tips Menabung dari 3 Nenek Ini Luar Biasa, Patut Dicoba

Ketiga, hentikan kebiasaan buruk. Punya uang tapi pola hidup boros atau bermewah-mewahan tidak akan membantu Anda memiliki tabungan. Umpamanya sebagian uang Anda gunakan untuk membeli rokok, minuman keras, membeli barang-barang mewah, membayar traktiran, dan seterusnya. Belum lagi jika sebenarnya Anda itu tidak punya uang tetapi gaya hidupnya seperti orang kaya. 

Gambar: magazine.job-like.com
Gambar: magazine.job-like.com
Selanjutnya pola hidup sederhana juga sangat penting. Maksudnya meskipun penghasilan Anda dari hari ke hari semakin naik, konsistenlah mempertahankan pola hidup yang sudah terbiasa sejak awal. 

Di awal Anda berpenghasilan 2 juta rupiah, di mana 80 persen (Rp 1,6 juta) digunakan untuk keperluan sehari-hari sedangkan 20 persennya (Rp 400 ribu) disisihkan sebagai tabungan; bila di kemudian hari penghasilannya bertambah umpamanya jadi 10 juta, maka pertahankanlah pengeluaran yang Rp 1,6 juta tadi. Sehingga sisihan tabungan terakhir melonjak menjadi Rp 8,4 juta.

Keempat, Anda harus punya niat dan komitmen. Jangan sampai di awal menabung semangatnya menggebu-gebu dan berikutnya menjadi kendor. Tetaplah ingat apa yang menjadi tujuan Anda menabung. Di kala Anda tergoda, pikirkan kembali alasan mengapa Anda harus menabung.

Ilustrasi: picserver.org
Ilustrasi: picserver.org
Dan kelima, Anda mesti didampingi seorang atau beberapa orang motivator. Siapa pun itu, entah keluarga, isteri, anak, rekan kerja dan lain-lain. Mereka akan membantu mengingatkan Anda ketika pada suatu waktu lupa tujuan (menabung) atau goyah melihat "merek-merek terbaru". 

Gambar: cermati.com
Gambar: cermati.com
Maka perlu sekali Anda membagikan impian Anda kepada mereka.

Sekian tips sekaligus nasehat dari saya. Semoga Anda terinspirasi. Saya pun demikian.

***

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun