Mohon tunggu...
Tubagus Encep
Tubagus Encep Mohon Tunggu... profesional -

Asal Pandeglang, Kakek 1 Cucu, belajar mengajar di madrasah dan ingin terus belajar............E-mail: tebe.ncep@gmail.com, Twitter: @TebeNcep IG: tubagusencep

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Yuk..! Mengenal PIK-Remaja

10 Oktober 2014   21:32 Diperbarui: 17 Juni 2015   21:34 18823
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pengelola dan konselor sebaya

Melakukan pendekatan terhadap remaja kadang menimbulkan persoalan dengan susahnya remaja untuk terbuka dengan orang tua, mereka lebih gampang dan mudah menyampaikan semua persoalannya pada teman-temannya.

Teman yang baik dan memiliki keperibadian bagus tentulah akan menerima curahan remaja lainnya dengan dan memberi solusi yang baik, bagaimana bila sebaliknya.

Pengelolaan PIK-Remaja yang dikelola oleh dan untuk remaja sengaja dilakukan untuk menabrak sekat-sekat yang menghalangi terbukanya komunikasi seperti yang diutarakan di atas.

Pengelola/remaja yang mengelola PIK-Remaja tentu saja sebelumnya telah mendaptkan pendidikan dan pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Dimana pengelolanya tersebut terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya, dan Konselor Sebaya.

Dengan terlebih dahulu diberikan pendidikan diharapkan konselor sebaya memiliki kemampuan yang memenuhi syarat sebagai konselor sebaya, antara lain:

  • Berpengalaman sebagai pendidik sebaya
  • Mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk membantu klien
  • Terbuka pada pendapat orang lain
  • Menghargai dan menghormati klien
  • Peka terhadap perasaan orang dan berempati
  • Memiliki perasaan stabil dan kontrol diri yang kuat
  • Mempunyai pengetahuan yang luas
  • Memiliki keterampilan menciptakan suasana nyaman dan komunikasi interpersonal.

PIK Remaja juga harus  mendapatkan pembinaan dari pihak lain sebagai pembinanya dengan kualifikasi serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberikan dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yangberasal dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya, seperti:

  1. Pemerintah: kepala desa/lurah, camat, bupati, walikota, pimpinan SKPDKB
  2. Pimpinan LSM: pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat (seperti: pengurus masjid, partor, pendeta, pedande, bukisu) dan pimpinan kelompok dan organisasipemuda.
  3. Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio, dan TV)
  4. Rektor/dekan, kepala SLTP, kepala SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite sekolah.
  5. Orang tua, melalui Bina Keluarga Remaja (BKR), majlis ta'lim, program PKK.
  6. Pimpinan kelompok sebaya melalui program karang taruna, pramuka, remaja masjid/gereja/vihara.

Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan

PIK-Remaja dikelola melalui 3 tahapan yaitu tahap TUMBUH, TEGAK dan TEGAR, dimana proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut didasarkan pada  ciri-ciri tahapan berikut ini:

1.    PIK Remaja Tahap Tumbuh dengan materi dan isi pesan (assets)

  • Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.
  • Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.
  • Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi.

2. PIK Remaja Tahap Tegak dengan materi dan isi pesan (assets):

  • Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
  • Keterampilan Hidup (Life Skills)
  • Keterampilan advokasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun