Organisasi sebaiknya membangun affective commitment kepada para karyawannya. Komitmen tersebut memiliki keuntungan seperti halnya karyawan menjadi disiplin dalam bekerja, motivasi kerjanya tinggi bahkan dapat meningkatkan kinerjanya.Â
Berdasarkan buku Mcshane & Glinow (2010) yang berjudul Organizational Behavior, terdapat lima hal yang dapat meningkatkan affective commitment menurut McShane dan Von Glinow (2010) yaitu:
1. Justice and support
Kewajiban karyawan dan nilai-nilai kemanusiaan harus dipenuhi oleh sebuah organisasi. Seperti sopan santun, keadilan, integritas moral dan sebagainya. Organisasi harus selalu mendukung kesejahteraan para karyawannya agar loyalitasnya menjadi lebih tinggi.
2. Shared values
Organisasi harus memiliki nilai yang berhubungan dengan nilai karyawan. Artinya karyawan yang menganggap bahwa dirinya memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan perusahaan biasanya  cenderung memiliki komitmen organisasi yang tinggi.
3. Trust (kepercayaan)
Karyawan akan merasa berkewajiban untuk bekerja di sebuah organisasi hanya jika mereka mempercayai pemimpinnya. Trust ini bersifat timbal balik, apabila karyawan di percaya oleh pemimpinnya, maka ia akan mempercayai pemimpinnya juga.
4. Organizational comprehension (Pemahaman Organisasi)
Perusahaan harus memastikan karyawan untuk mengetahui dan paham mengenai organisasi tersebut. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk selalu up to date terhadap perkembangan organisasi seperti: acara organisasi, strategi organisasi dan rencana masa depan organisasi.
5. Employee involvement (Keterlibatan Karyawan)