Saya menonton beramai-ramai dengan kawan sepermainan. Saya merasakan jalinan cerita kemudian jadi dangkal mulai dari seperempat film hingga menjelang akhir. Dan ternyata itu terkonfirmasi oleh mayoritas kawan yang berjumlan 10 itu.
Kami sepakat, jika berekspektasi menikmati horor yang dibalut cerita yang berbobot, maka Pengabdi Setan yang pertama jelas lebih berkualitas  dan membuat saya masih menikmati sensasi ceritanya selepas keluar bioskop. Itu yang tidak saya alami di Pengabdi Setan yang kedua ini.
Selepas film usai, sensasinya 'cuma' seperti saya baru saja keluar dari wahana hantu yang banyak dipapari sosok-sosok menakutkan dan jump scare pendukungnya. **Yang sebenarnya kita tahu itu adalah bohongan dan untuk hiburan.
Sebab dari sisi cerita, pengembangan plot utama (bahwa keluarga rini ini mandul dan harus bersekutu dengan setan untuk mendapatkan keturunan) menjadi terlalu dibuat-buat dan dangkal jika dihubungkan dengan seluruh kejadian-kejadian horor yang terjadi sepanjang film. Murni wahana hantu yang dipaksakan berdiri di pondasi cerita utama 'pengabdi setan untuk kesuburan'.
Memang ada upaya Joko Anwar membuat cerita ini lebih berbobot dan 'mikir' di akhir-akhir film. Namun justru saat itu ingin disampaikan, delivernya menemukan momen paling buruk dari keseluruhan film ini. Akhir film menjadi bagian yang paling membagongkan dan menjadi antiklimaks kualitas film garapan Joko Anwar kali ini. Mulai dari jumpscare berlebihan tanpa konteks, proses kekalahan 'si jahat' oleh 'si penyelamat' yang terlalu dipaksakan, hingga CGI penutup yang sungguh tampak artifisial dan tidak natural sama sekali.
Sungguh, film yang sangat baik dan berkualitas dari sisi sinematografi ini, tidak didukung dengan ide cerita yang mantap dan diperparah dengan ending yang hanya bikin bengong saja. Sinyal bahwa tiket wahana kita sudah habis dan harus keluar dari rumah hantu.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H