Minggu, 10 Maret 2019, saya mendapat kesempatan emas berbincang dengan sosok Pimpinan Cabang PT Â Pos Indonesia Kebumen, Wendy Nugroho. Lelaki muda yang tengah mengawal dua armada MPV Â andalannya mengantar surat suara Pemilu 2019.Â
Dari tempat pelipatan di Gedung Juang Jl. Indrakila ke gudang KPU Kabupaten Kebumen di Jl. Arungbinang yang jaraknya cukup pendek, kurang dari satu kilometer. Tanpa ragu, saya kenalkan diri sebagai Kompasiana.
Perbincangan dalam suasana serius tapi santai berlangsung hampir satu jam itu sering membuat mata saya terbelalak. Betapa tidak, setelah kehilangan sumber pendapatan utama dari jasa pos yang sangat terkenal sampai dibuatkan lagu: surat dan kelengkapannya. Nampaknya, Wendy menangkap peluang emas dalam satu tahapan Pemilu Serentak 2019. Jemput bola dengan menawarkan jasa kurir antar jemput surat suara.Â
Satu hal yang menarik dari pembicaraan sersan dengan Wendy adalah gambaran angka yang berkisar 400 - 800 juta per bulan bruto dari transaksi jasa kurirnya. Sebagian besar penghasilan itu berasal dari transaksi online via sosial media Facebook dan Instagram. Mereka bersaing dengan agen-agen jasa kurir swasta.Â
Sebagai pucuk pimpinan cabang, Wendy menuturkan bahwa penghasilan tertinggi dicapai bukan karena musim tertentu semisal Idul Fitri. Tapi karena adanya periode harga promosi. Yang menarik perhatian dan membuat saya beberapa kali membelalakkan mata adalah besarnya "kue jasa kurir" dari transaksi online yang nilainya sampai angka triliun rupiah.Â
Salah satu caranya adalah menggandeng pelanggan jasa kurir bisnis online sebagai mitra usaha dengan berbagai kemudahan seperti jemput bola. Pengguna jasa kurir yang dilewati jalur armadanya cukup menentukan titik jemput barang yang akan dikirim atau dititipkan kepada petugas antar tanpa tambahan biaya.Â
Bahkan, dengan menjadi mitra usaha sekelas agen, PT Pos Indonesia memberi fee yang cukup menggiurkan. Sehingga, mitra usaha dapat memberi potongan ongkos kirim (ongkir) 10 s.d 15% kepada pembeli dan masih menerima sisa fee yang besarnya dalam kisaran 2 - 7%.Â
Apalagi pada periode diskon bisa mencapai angka yang lebih besar lagi. Inovasi pelayanan seperti itu akan terus dievaluasi. Dengan kewenangan selaku pimpinan cabang yang membawahi 26 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Wendy optimis mengembangkan usahanya.Â
Dengan nada bercanda, ia akan kesulitan berinovasi jika jasa kurir dapat masuk "lorong waktu". Untuk mengirim barang ke tempat tujuan cukup dengan memasukkannya ke dalam alat itu dan dalam waktu sekejap mata telah sampai tujuan. Permisalan yang nampak masih sebatas angan belaka. Entah kalau semua barang kiriman dapat diduplikasi seperti mesin cetak jarak jauh. Siapa tahu, katanya sambil tersenyum ceria.Â