Walungan atau sungai dalam bahasa Indonesia,dan di kampung tercinta ada sebuah sungai bernama walungan Cipager,dari dulu sungai yang berhulu dari gunung Ciremai ini berair jernih,ikan ikan pun masih bisa terlihat dan didpatka untuk sekedar lauk peneman nasi,dan kami pun sebagai anak anak kampung,sering bermain di sungai cipager,entah itu berenang,mengambil batu atau pasir yang digunakan untuk bahan bangunan,memancing.
Dulu diperbatasan desa Mandirancan dan desa Rajawetan,batas desa memang dipisahkan oleh sungai Cipager,dengan jembatan bambu sederhana,namun kini jembatan bambu tinggal kenangan,jembatan saat ini telah berdiri kokoh dengan kontruksi yang mampu menahan beban mobil maupun motor,dan arus lalu lintas pun semakin lancar.
Namun sangat disayangkan,disalah satu sudut jembatan,serakan sampah begitu memedihkan mata,dari dasar sungai hingga ke tepian jembatan,sampah terlihat dimana mana,ada bekas rambut,mungkin ini sampah dari tukang cukur atau salon,bekas tempurung kelapa,aneka plastik dan juga karung karung yang entah berisi apa,kenapa ini bisa terjadi?
[caption id="attachment_335293" align="alignnone" width="300" caption="Sampah yang dibuang sembarangan(dok pribadi)"][/caption]
Harus ada kesadaran dari warga warga yang mempunyai akses langsung ke sungai ini untuk tidak berperilaku buruk membuang sampah secara serampangan,mungkin perlu ada engertian diantara desa desa seperti Rajawetan,Mekarjaya ataupun Mandirancan untuk segera mendisiplinkn diri untuk tidak membuang sampah yang dihasilkan ke sungai Cipager.
Jika perilaku ini terus dilakukan,maka dipastikan sungai Cipager akan kotor dan tercemar,jika ada satu titik yang ada,sangat mungkin titik titik lain sepanjang sungai akan terakumulasi,sehingga sungai Cipager pun menjadi bak sampah raksasa,semoga kebiasaan jelek ini bisa dihentikan,sudah saatnya Cipager terbebas dari sampah sampah yang dibuang secara sembarangan,semoga.
[caption id="attachment_335296" align="alignnone" width="300" caption="Sungai Cipager di poto diatas jembatan(dok pribadi)"]
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H