Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat dan Praktisi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mengalirdiakunketiga05092020

Selanjutnya

Tutup

Financial

Himbara BUMN Cari Pemasukan, ATM Link Tak Lagi Gratis

21 Mei 2021   13:05 Diperbarui: 21 Mei 2021   13:35 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Akal-akalan apalagi ini? Kok, rakyat lagi yang diperas? Tiba-tiba saja, jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN, yaitu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, mulai mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai mulai 1 Juni 2021.Setelah coba saya ricek semua pemberitaan media yang mengungkap hal ini, ternyata alasan tak lagi gratis, katanya demi kepentingan dan keamanan nasabah. Tapi begitu ditelusuri lebih detil, apa yang dimaksud demi kepentingan dan keamaman nasabah ini, tak ada lagi penjelasannya. Intinya, Himbara BUMN cari pemasukan dan peras nasabah, kan?

Jelas, ini akal-akalan yang luar biasa dari Himbara demi mengeruk rupiah dari nasabah alias rakyat Padahal Himbara itu juga Bank siapa?

Dalam semua kolom komentar berita yang meliput masalah ini, netizen dan warganet luar biasa dalam memberikan reaksi, yang pada umumnya menghujat dan berpikir lebih baik menyimpan uang di bawah bantal, dari pada diperas dengan cara seperti itu.

Sikap warganet dan netizen tentu sangat beralasan. Pasalnya, sebelumnya, penggunaan ATM Link atau ATM Himbara yang berciri khas warna merah adalah gratis bagi semua pengguna kartu debit semua bank BUMN.

Tetapi sejak 1 Juni 2021, secara sepihak , mereka membuat kebijakan ada biaya untuk transaksi cek saldo dikenakan biaya Rp 2.500 per transaksi dan transaksi tarik tunai juga dikenakan biaya Rp 5.000 di semua mesin ATM Himbara yang berbeda dan ATM Link, di nusantara.

Untuk apa ATM, jadi Link?

Lahirnya ATM Link dari Himbara BUMN adalah sebagai produk konsolidasi operasional antar-bank Himbara. Karenanya, sejak ATM Link pertama diperkenalkan di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno pada Desember 2015, nasabah Himbara ini diberikan angin segar kemudahan. Bahkan, di tahun 2016, jaringan ATM Link mulai meluas. Berawal di Jabodetabek, kemudian menjangkau ke seluruh Indonesia. ATM Link pun menjamur dan bisa dipakai gratis untuk semua pengguna kartu debit bank BUMN.

Angin segar bagi nasabah mendapat manfaat dari hadirnya ATM Link ini, seperti penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.

Lebih dari itu, manfaat lain adalah dapat meningkatkan efisiensi, terutama dari sisi investasi dan operasional, sehingga dapat membantu bank-bank BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.

Sebab, nasabah tak cuma gratis untuk cek saldo dan tarik tunai untuk sesama bank BUMN, transfer antar-bank pun dilakukan tanpa biaya di ATM Link. Biaya transaksi antar-bank BUMN melalui ATM Link adalah Rp 0, dan menjadi menarik, nasabah pun berbindong bergabung.

Sinergi antar-bank BUMN juga membikin efisiensi karena biaya-biaya yang timbul bisa ditekan, keberadaan dan semangat ATM Link, dari empat bank BUMN tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk investasi membeli ATM baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun